STARJOGJA.COM,YOGYAKARTA — Sebanyak 60 transmigran penggerak dari wilayah Poso Sulawesi tengah dan Polewari Mandar (Polman) Sulawesi Barat mengikuti Peningkatan Kapasitas Transmigran Penggerak Angkatan I dan II dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Yogyakarta. Pelatihan ini diharapkan meningkatkan kemampuan para transmigran agar bisa mengembangkan potensi ekonomi di wilayah mereka.
Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa, S,H. M,H., menyampaikan program ini merupakan inovasi yang dilakukan untuk mendorong perkembangan kawasan transmigrasi.
“Ini adalah pelatihan lanjutan bagaimana meningkatkan skill para transmigran. Mereka kan sudah dapat pelatihan dasar. Sekarang bagaimana meningkatkan produktivitas serta melihat peluang peningkatan ekonomi di kawasan mereka,” jelas Tunggak ditemui di sela-sela acara, Rabu (22/4/2026).
Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat transmigran pascapenempatan dan penduduk setempat yang bertempat tinggal di kawasan transmgirasi tentang proses pemberdayaan masyarakat sehingga mampu mempercepat pencapaian kemandirian dan kemajuan di kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.
Para peserta ini dipilih oleh dinas transmigrasi di wilayah masing-masing. Mereka dipilih berdasarkan kualitas dan sejumlah parameter.
“Mereka dipilih berdasarkan keuletan dan bagaimana peran mereka selama ini di tengah masyarakat. Supaya tidak berhenti tetap berkelanjutan, transmigran penggerak akan ada menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen agar menjadi kader yang bisa mengembangkan kawasan,” lanjutnya.
Menurut Tunggak, pendampingan akan berkelanjutan. Para peserta juga akan diberikan penugasan yang disertai dengan evaluasi. Ke depannya, akan ada juga penghargaan bagi yang berprestasi. Selain itu disiapkan juga business matching saat ada pertumbuhan ekonomi baru di wilayah transmigran.
Dr. Ir. Harlina Sulistyorini, MSi. Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan Lingkungan Hidup, Kementerian Transmigrasi dalam sambutannya mengatakan keberhasilan pembangunan kawasan transmigrasi tidak lagi ditentukan semata oleh infrastruktur fisik, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.
“Oleh karena itu, fokus utama kita hari ini adalah membangun manusia dan membangun penggerak. Upaya peningkatan kapasitas ini bukanlah kegiatan yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari proses yang berkelanjutan,” sebutnya.
Sementara itu, Sularso, Transmigran UPT Torire Kabupaten Poso mengapresiasi adanya pendampingan yang sudah berjalan. Menurutnya, kegiatan Peningkatan Kapasitas Transmigran Penggerak sangat dibutuhkan untuk peningkatan pengetahuan dan juga motivasi untuk mengembangkan wilayahnya.
“Tambah ilmu, tambah motivasi. Tanpa ilmu susah mengembangkan wilayah pedalaman, kami butuh ilmu pertanian jangka pendek dan juga pertanian tanaman jangka panjang seperti kopi, durian,” harapnya.
Peningkatan Kapasitas Transmigran Penggerak Angkatan I dan II dilaksanakan di BBPPMT Yogyakarta selama 7 hari dari tanggal 22 s.d. 28 April 2026, dengan durasi pembelajaran adalah 56 jam pembelajaran.
Baca juga : BBPPMT Yogyakarta Didorong Jadi Etalase Kawasan Transmigrasi







Comments