STARJOGJA.COM, Info – Perjalanan panjang saat arus balik Lebaran berpotensi memicu berbagai keluhan kesehatan, salah satunya nyeri akibat saraf kejepit. Risiko ini meningkat ketika pemudik duduk terlalu lama tanpa perubahan posisi.
“Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri punggung atau leher, nyeri yang menjalar ke lengan atau kaki, kesemutan atau baal,” ujar Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital Cibubur, Omar Luthfi, Senin (23/3/2026).
Ia menjelaskan, saraf kejepit terjadi ketika saraf mendapat tekanan dari struktur di sekitarnya seperti bantalan tulang belakang atau jaringan lain. Meski demikian, tidak semua nyeri punggung dapat langsung diartikan sebagai kondisi tersebut.
“Tidak semua nyeri punggung merupakan saraf kejepit, sehingga penting untuk mengenali karakteristik keluhan yang muncul,” jelasnya.
Omar menyebut, penderita dengan riwayat keluhan masih dapat melakukan perjalanan dengan nyaman asalkan melakukan penyesuaian. Salah satunya dengan rutin mengubah posisi duduk untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang.
“Ubah posisi duduk setiap 30 hingga 60 menit untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang,” ujarnya.
Selain itu, peregangan ringan juga dianjurkan untuk menjaga kondisi otot tetap rileks selama perjalanan. Pemudik disarankan menyempatkan waktu untuk berhenti dan bergerak.
“Setiap 1–1,5 jam, sempatkan untuk berdiri dan melakukan peregangan ringan. Jika memungkinkan, berjalan sebentar di rest area,” sarannya.
Penggunaan penyangga pinggang atau lumbar support juga dinilai penting untuk menjaga posisi tulang belakang tetap netral. Alternatif lain seperti bantal kecil atau gulungan handuk dapat membantu mengurangi beban pada punggung bawah.
“Istirahat yang cukup dan tidak memaksakan perjalanan tanpa jeda juga penting agar otot dan saraf tetap dalam kondisi relaks,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan agar kondisi tubuh dipastikan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan jauh. Terutama bagi pemudik dengan riwayat nyeri berulang, kewaspadaan perlu ditingkatkan.
“Jika muncul gejala seperti nyeri menjalar yang berat, kelemahan pada tangan atau kaki, serta kesemutan yang semakin meluas, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.
Omar menambahkan, perjalanan jauh memang menjadi tantangan bagi penderita gangguan tulang belakang. Namun, dengan persiapan dan pemahaman yang tepat, perjalanan tetap dapat dilakukan dengan aman.
“Jika keluhan sering berulang atau mengganggu aktivitas, konsultasi dengan dokter spesialis dapat membantu menentukan penanganan yang sesuai,” pungkasnya.
Sumber : Bisnis
Baca juga : Hubungan Terlalu Lama Duduk Dan Saraf Kejepit






Comments