Lifestyle

Film “Crocodile Tears” Siap Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 7 Mei 2026

0
Film Crocodile Tears
Film Crocodile Tears (antara)

STARJOGJA.COM, Info – Film “Crocodile Tears” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026 setelah berkeliling di lebih dari 30 festival film dunia. Film ini merupakan debut penyutradaraan film panjang dari Tumpal Tampubolon.

“Tayangan dokumenter di TV itu memperlihatkan seekor buaya betina yang menaruh anak-anaknya di dalam rahangnya. Ada sesuatu yang menakutkan sekaligus lembut dalam tindakan buaya itu,” ujar Tumpal Tampubolon dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Tumpal mengatakan inspirasi film tersebut muncul saat ia menonton tayangan dokumenter tentang induk buaya yang melindungi anak-anaknya. Adegan tersebut memunculkan gagasan tentang hubungan yang lahir dari cinta namun bisa terasa menyesakkan.

“Bagaimana sesuatu yang lahir dari cinta bisa berubah menjadi beban, dan mengapa hubungan yang seharusnya melindungi justru bisa terasa menyesakkan,” ujar Tumpal.

Cerita film ini berfokus pada kehidupan Johan dan ibunya yang dikenal sebagai Mama di sebuah taman buaya yang sudah usang. Hubungan keduanya digambarkan sangat erat namun juga penuh tekanan.

Tokoh Johan diperankan oleh Yusuf Mahardika, sementara karakter Mama diperankan oleh Marissa Anita.

Dalam cerita tersebut, Johan tumbuh besar di bawah pengawasan ketat sang ibu selama bertahun-tahun. Hubungan mereka mulai berubah ketika Johan bertemu dengan seorang gadis bernama Arumi.

Tokoh Arumi diperankan oleh Zulfa Maharani yang menjadi sosok penting dalam dinamika hubungan Johan dan ibunya.

Seiring waktu, Mama tidak menyetujui hubungan Johan dengan Arumi. Sikap Mama pun perlahan berubah menjadi semakin ganjil dan menegangkan.

Film ini menghadirkan perpaduan antara realisme magis dan teror psikologis dalam menggambarkan konflik hubungan keluarga.

Tumpal Tampubolon memulai perjalanannya di dunia film sejak skenario pendeknya berjudul “The Last Believer” memenangi kompetisi pengembangan skenario di Jakarta International Film Festival (JiFFest) pada 2005. Sejak saat itu ia aktif mengikuti berbagai program pengembangan sineas internasional.

Ia tercatat pernah mengikuti Asian Young Filmmakers Forum di Jeonju, Korea Selatan, Berlinale Talent Campus di Berlin, Jerman, serta Asian Film Academy di Busan, Korea Selatan.

Sebelum menggarap film panjang ini, Tumpal juga dikenal melalui karya film pendeknya. Salah satunya film pendek “Laut Memanggilku” yang meraih berbagai penghargaan internasional.

Film tersebut memenangkan Sonje Award untuk Film Pendek Terbaik di seksi Wide Angle Busan International Film Festival 2021 dan terpilih sebagai Film Cerita Pendek Terbaik Festival Film Indonesia 2021.

Produser Mandy Marahimin menjelaskan bahwa film ini juga telah diputar di sejumlah festival film bergengsi dunia. Penayangan perdana dunia film ini berlangsung di Toronto International Film Festival 2024.

Selain itu, film tersebut juga diputar di BFI London Film Festival, Adelaide Film Festival, serta Torino Film Festival.

Film “Crocodile Tears” juga meraih sejumlah penghargaan dari berbagai ajang film internasional. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kualitas penyutradaraan dan penulisan skenario film ini.

Film itu meraih Direction Award dan Nongshim Award di Jakarta Film Week 2025 serta memenangkan Best Screenplay di Asian Film Festival Barcelona 2025.

Produksi film ini turut mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Film tersebut diharapkan dapat memperkaya khazanah perfilman Indonesia dengan cerita yang mengangkat dinamika hubungan keluarga secara mendalam.

Sumber : Antara

Baca juga : Film Ikatan Darah Sajikan Aksi Pencak Silat Intens

Bayu

BPKN Dukung Pembatasan Penggunaan Media Sosial bagi Anak

Previous article

Leo Pictures Orbitkan 10 Aktor Pendatang Baru di Film Jangan Buang Ibu 

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle