Lifestyle

30 Tahun di Dunia Pariwisata, Agus Rochiyardi Bawa Strategi Baru untuk Waterbom Yogyakarta

0
Agus Rochiyardi waterboom
Agus Rochiyardi waterboom (star fm)

STARJOGJA.COM, Info – Perjalanan panjang lebih dari tiga dekade di industri pariwisata mengantarkan Agus Rochiyardi ke berbagai posisi strategis nasional. Kini, pria lulusan Biologi UGM itu menahkodai Waterbom Yogyakarta dengan semangat inovasi dan strategi pemasaran berbasis digital.

“Lebih dari 30 tahun saya di dunia pariwisata. Awalnya saya bahkan tidak tahu kalau diterima di PT Pembangunan Jaya Ancol, karena dulu lamaran hanya kirim ke PO Box,” ujar Agus dalam talkshow.

Kariernya dimulai di PT Pembangunan Jaya Ancol, tepatnya di Gelanggang Samudra Ancol. Berbekal latar belakang mikrobiologi, ia dipercaya menangani laboratorium serta pengelolaan satwa pertunjukan.

“Saya ditempatkan di Gelanggang Samudra karena biologi. Saya diminta menangani hewan dan laboratorium. Tantangannya, anak buah saya senior semua. Saya hanya menunjukkan bahwa saya mampu, tanpa marah-marah,” katanya.

Tak butuh waktu lama, Agus membuktikan kapasitasnya. Dalam hitungan bulan, ia dipercaya mengoordinasikan traveling show lumba-lumba hingga ke berbagai kota dan bahkan ke Filipina selama 45 hari.

“Saya harus survei kota, hitung potensi pendapatan, pengeluaran, sampai margin. Dari situ saya belajar bahwa memahami esensi bisnis itu wajib,” jelasnya.

Kariernya terus menanjak hingga menjadi manajer Atlantis Ancol. Di sana ia melakukan terobosan konsep “taman air” yang kala itu belum populer.

“Saya ubah konsepnya jadi colorful. Saya bilang, ini bukan sekadar kolam renang, tapi taman bermain air. Kalau pengunjung turun, saya siap resign. Ternyata justru naik drastis,” tegas Agus.

Ia bahkan mencatat lonjakan pengunjung hingga ribuan orang dalam satu event kolaborasi dangdut. Keberanian berinovasi menjadi kunci.

Kariernya berlanjut hingga posisi corporate secretary dan terlibat dalam proses go public Ancol. Setelah 28 tahun berkarier, ia pensiun pada 2016 sebelum kemudian dipanggil mengikuti seleksi direktur di Badan Otorita Borobudur.

Di bawah kepemimpinan Menteri Pariwisata saat itu, Arief Yahya, Agus dipercaya menjadi Direktur Pemasaran Badan Otorita Borobudur (BOB).

“Tugas pertama kami seperti babat alas. Gedung belum ada, SDM belum ada. Tapi saya yakin, kalau dipromosikan dengan strategi low cost high impact, pasti bisa dikenal,” katanya.

Salah satu gebrakan yang ia lakukan adalah menghadirkan konsep glamping di kawasan Borobudur Highland. Promosi kreatif dengan pendekatan kolaborasi seni membuat destinasi itu cepat dikenal publik.

Kini, tantangan baru ia hadapi sebagai GM Waterbom Jogja. Menurutnya, industri waterpark menuntut inovasi minimal setiap lima tahun.

“Waterboom Jogja ini 10 tahun belum ada inovasi baru. Tantangan saya bagaimana 162 karyawan tetap bisa menerima gaji dan bisnisnya survive,” ujarnya.

Strategi yang ia terapkan kini berfokus pada digital marketing. Media konvensional ditinggalkan, diganti dengan optimalisasi media sosial dan monitoring rating mingguan.

“Sekarang rating kami 4,6. Setiap minggu kami monitor bintang satu sampai lima. Continuous improvement itu wajib,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga menggeser target pasar ke anak muda dengan menghadirkan wahana dan spot instagramable, serta event seperti color run yang kuotanya bahkan habis sebelum penutupan pendaftaran.

“Kuncinya gimmick yang tepat. Flash sale, paket pasangan, diskon bertahap. Bahkan banyak yang komplain karena kuota sudah habis. Itu artinya demand ada,” katanya.

Agus menegaskan, prinsip bisnis pariwisata tetap sama di mana pun ditempatkan: memahami esensi produk, memanjakan indra pengunjung, dan konsisten melakukan perbaikan.

“Kalau kita sudah paham pakemnya, ditempatkan di mana saja tidak ada masalah,” tegasnya.

Ia pun berpesan kepada generasi muda yang ingin masuk dunia pariwisata agar membangun personal branding dan memahami siapa yang menilai kinerja mereka.

“Kita harus tahu kapan pakai ‘skater gun’ — menyebar karya agar dikenal banyak orang, dan kapan pakai ‘sniper’ — menyesuaikan diri dengan atasan secara profesional. Bukan menjilat, tapi mematchkan kemampuan kita,” pungkas Agus.

Dengan pengalaman roller coaster lebih dari 30 tahun, Agus Rochiyardi membuktikan bahwa inovasi, keberanian mengambil risiko, dan konsistensi adalah kunci bertahan di industri pariwisata yang terus berubah.

Baca juga : 19 Wahana Siap Manjakan Pengunjung Waterboom Jogja

Bayu

Cerita di Balik EP LAJUR KIRI

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle