News

Paylater Makin Populer, Begini Cara Menggunakannya dengan Aman

0
paylatter aman
Ilustrasi paylatter aman

STARJOGJA.COM, INFO — Skema pembayaran “beli sekarang, bayar belakangan” atau paylater kian populer dalam kehidupan keluarga muda.

Kemudahan bertransaksi tanpa uang tunai, ditambah proses yang serba cepat, membuat layanan ini semakin diminati, terutama oleh pekerja muda dan generasi produktif yang akrab dengan dunia digital.

Saat ini, fitur paylater hadir hampir di semua platform, mulai dari belanja kebutuhan rumah tangga, pemesanan perjalanan, hingga layanan hiburan keluarga. Hanya dengan beberapa klik, berbagai kebutuhan bisa terpenuhi tanpa harus menunggu gajian.

Namun, di balik kemudahannya, paylater juga menyimpan risiko jika tidak digunakan dengan perhitungan matang. Tanpa perencanaan keuangan yang baik, fasilitas ini bisa memicu penumpukan utang dan menjadi beban finansial jangka panjang bagi keluarga muda.

Perencana keuangan Rista Zwestika mengingatkan bahwa penggunaan paylater harus dibarengi pemahaman yang kuat tentang utang, kemampuan membayar cicilan, serta kesiapan menghadapi risikonya.

Menurut Rista, langkah awal yang penting adalah memahami jenis utang yang diambil. Secara umum, utang terbagi menjadi dua, yaitu utang produktif dan utang konsumtif. Utang produktif adalah utang yang mampu menghasilkan pemasukan, sedangkan utang konsumtif hanya memenuhi keinginan sesaat tanpa menambah penghasilan.

“Tidak ada pemasukan yang dihasilkan dari utang konsumtif. Flexing atau mengikuti gaya hidup semata tidak otomatis membuat penghasilan bertambah,” ujar Rista.

Sebaliknya, utang dapat disebut produktif jika digunakan untuk menunjang pekerjaan atau membuka peluang penghasilan baru. Misalnya, membeli ponsel dengan cicilan untuk menunjang pekerjaan sebagai konten kreator, videografer, atau editor. Jika dari pekerjaan tersebut seseorang memperoleh penghasilan Rp5 juta per bulan, sementara cicilan hanya Rp3 juta, maka masih ada selisih Rp2 juta sebagai keuntungan.

“Inilah yang disebut utang produktif, karena ada return dari utang yang diambil,” jelasnya.

Di tengah kemudahan transaksi digital, diskon dan promo beruntun kerap membuat keputusan berutang terasa ringan. Padahal, menurut Rista, tidak ada perencana keuangan yang melarang utang, selama memenuhi dua syarat utama: bersifat produktif dan benar-benar mendesak.

Dalam kondisi tertentu, seperti tidak memiliki dana darurat saat menghadapi kebutuhan mendadak keluarga, berutang masih dapat dimaklumi. Namun, banyak kasus utang sebenarnya bisa dihindari jika keluarga memiliki dana darurat yang memadai. Dana ini berfungsi sebagai penyangga keuangan ketika terjadi kondisi tak terduga.

Rista juga mengingatkan prinsip penting sebelum menggunakan paylater, yakni total cicilan bulanan tidak boleh melebihi 30 persen dari pendapatan keluarga. Jika melebihi batas tersebut, risiko gagal bayar akan semakin besar dan berpotensi mengganggu kestabilan keuangan rumah tangga.

Selain itu, keluarga muda disarankan melakukan financial check-up sebelum berutang, mulai dari memastikan sumber pembayaran cicilan, menyusun anggaran bulanan, hingga menyiapkan rencana cadangan jika terjadi risiko keuangan di kemudian hari.

Baca juga : Tips Tidak Tertipu Konten AI saat Belanja Daring

Tren Fibermaxxing Perlu Disikapi Bijak, Awas Risiko Konsumsi Serat Berlebihan

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News