Lifestyle

Tren Interior Bespoke Kian Diminati, Konsumen Cari Desain Lebih Personal

0
tren desain interior bespoke
tren desain interior bespoke (bisnis)
STARJOGJA.COM, Info – Tren desain interior premium semakin mengarah pada konsep yang personal melalui pemilihan desain, material, dan ukuran sesuai kebutuhan pemilik ruang. Perubahan ini membuka peluang bagi produk furnitur dan elemen interior dengan karakter khas yang tidak mudah ditemukan di pasaran.
Praktisi desain dari Aurasia Design, Iklim Tan, menilai tren interior terus berubah seiring meningkatnya keinginan konsumen untuk memiliki ruang yang mencerminkan karakter masing-masing. Menurutnya, desain yang awalnya populer kerap ditiru dan dimodifikasi hingga kehilangan keunikan ketika diproduksi secara massal.
“Tren itu terus berkembang. Ketika satu desain disukai publik, desain tersebut kemudian banyak ditiru dan sedikit dimodifikasi hingga menjadi seperti produk massal,” kata Iklim.
Ia melihat produk dengan karakter desain Italia yang autentik berpeluang menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan gaya Eropa atau Mediterania dengan sentuhan modern. Pendekatan tersebut sejalan dengan tren bespoke dan contemporary design, yang memberi ruang bagi penyesuaian bentuk, material, hingga ukuran produk.
Peluang itu turut dibidik Lavero Atelier melalui pembukaan showroom di Hampton Avenue, Gading Serpong, Tangerang Selatan. Perusahaan tersebut menghadirkan kurasi produk premium dari Eropa, mulai dari chandelier kristal, material sintered stone, furnitur, hingga produk elektrikal.
Chief Executive Officer Lavero Atelier, Andris Aryadi, mengatakan perusahaan ingin membangun showroom sebagai ruang inspirasi sekaligus tempat bertemunya arsitek, desainer interior, pemilik rumah, dan pemilik proyek.
“Kami ingin Lavero menjadi destinasi untuk kebutuhan arsitektural dan interior design. Pintu Lavero terbuka bagi siapa pun yang ingin mencari inspirasi dalam memilih barang untuk proyek maupun tempat tinggal,” ujar Andris.
Product Specialist Lavero Atelier, Kevin Susanto, menjelaskan bahwa strategi perusahaan bertumpu pada pemilihan merek yang memiliki keunggulan berbeda, tetapi tetap dapat dipadukan dalam satu proyek interior.
“Setiap perusahaan memiliki kekuatannya sendiri. Kami mencoba membangun portofolio yang sesuai untuk Lavero, sehingga produk-produk tersebut tidak saling berkonflik, tetapi justru saling melengkapi,” ujar Kevin.
Salah satu produk yang masuk dalam portofolio tersebut adalah chandelier kristal dari Elit Bohemia. Produk ini merepresentasikan perkembangan desain lampu kristal dari gaya klasik menuju pilihan yang lebih kontemporer dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan ruang.
Kevin mengatakan perubahan selera konsumen turut mendorong perkembangan pasar chandelier. Jika sebelumnya lampu kristal identik dengan kemewahan bergaya istana, kini desainnya semakin beragam mengikuti kebutuhan interior modern.
“Chandelier crystal menjadi simbol kemewahan di dalam rumah. Dalam empat sampai lima tahun terakhir, bespoke dan contemporary design terus berkembang dan pasarnya semakin banyak,” ujar Kevin.
Selain elemen dekoratif, Lavero juga menghadirkan Neolith sebagai material permukaan yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti kitchen island, meja makan, backdrop, hingga lantai. Portofolio furnitur dari merek Italia serta produk elektrikal turut melengkapi kebutuhan interior dalam sebuah proyek.
Proses kurasi dilakukan dengan mempertimbangkan karakter produk, kesesuaian dengan segmen pasar, potensi bisnis, dan kemampuan setiap merek untuk melengkapi produk lainnya. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berupaya menghadirkan pilihan yang dapat mendukung perencanaan interior secara lebih terintegrasi.
Kustomisasi juga menjadi bagian dari strategi Lavero Atelier dalam menyasar pasar premium. Sebagian produk yang ditawarkan dibuat secara handcrafted, sehingga proses produksinya membutuhkan waktu dan penyesuaian berdasarkan kebutuhan proyek.
Di sisi lain, bisnis produk impor tetap menghadapi tantangan nilai tukar dan biaya pengadaan. Lavero berupaya menempatkan harga produk dalam kaitannya dengan nilai desain, material, dan karakter yang ditawarkan kepada pemilik rumah maupun pengembang proyek.
Sumber : Bisnis
Bayu

The Social Reckoning Menguak Dampak Algoritma dan Sisi Gelap Facebook

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle