Lifestyle

Chris John Jadi Karakter Animasi di Dragon’s Dojo, Bawa Nilai Tinju Indonesia ke Dunia

0
Chris John
petinju Chris John (antara)
STARJOGJA.COM, Info – Petinju legendaris Indonesia, Chris John, menggunakan nama aslinya saat memerankan karakter animasi dalam serial “Dragon’s Dojo”. Dalam serial tersebut, Chris John hadir sebagai mentor sekaligus kepala instruktur bagi sekelompok anak muda di sebuah akademi bela diri.
Chris John mengatakan keterlibatannya dalam serial tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan tradisi, budaya, dan karakter Indonesia kepada generasi baru di tingkat global.
“Kami bersama-sama mengembangkan karakter saya, dan telah berdiskusi tentang bagaimana saya akan ditampilkan dalam serial ini. Saya sangat antusias melihat karakter ini mulai menjadi hidup,” ujar Chris John dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
Karakter Chris John dirancang dengan mengadopsi prinsip serta teknik tinju yang ia miliki selama berkarier di dunia nyata. Ia juga memastikan karakter tersebut memiliki nama yang sama dengan dirinya.
“Ya, karakter saya dalam Dragon’s Dojo bernama Chris John. Karakter itu terinspirasi dari diri saya dan akan memiliki prinsip serta nilai-nilai yang sangat mirip dengan yang saya pegang. Dalam serial ini, saya berperan sebagai mentor bagi sekelompok anak muda, membantu mereka berkembang bukan hanya sebagai petarung, tetapi juga sebagai individu,” ujarnya.
Bawa Teknik Tinju ke Dunia Animasi
Menurut Chris John, tinju menjadi salah satu elemen penting dalam karakter yang diperankannya. Gerakan dan gaya bertarung karakter tersebut akan mencerminkan pengalaman Chris John sebagai petinju, mulai dari kecepatan, pergerakan, timing, pertahanan, hingga kombinasi pukulan.
“Tinju tentu menjadi bagian penting dari karakter saya. Kami ingin gerakan dan gaya bertarungnya mencerminkan pengalaman saya sebagai seorang petinju, termasuk kecepatan, pergerakan, timing, pertahanan, dan kombinasi pukulan. Namun, hal terpenting yang saya bawa kepada para karakter muda ini bukanlah satu pukulan atau teknik tertentu, melainkan disiplin dan pola pikir yang saya pelajari sepanjang karier saya,” ujar Chris John.
Dalam serial animasi vertikal tersebut, karakter Chris John akan membimbing para murid akademi bela diri ketika mereka menghadapi kemunculan makhluk-makhluk mitologi lama. Ia juga akan terlibat dalam upaya mengungkap berbagai misteri bersama para murid.
“Kami tidak sabar untuk mengungkapkan lebih banyak setelah tim produksi menyelesaikan artwork dan teaser,” ujar Chris John.
Format Vertikal Dinilai Cocok dengan Tinju
Chris John menilai format layar vertikal yang digunakan “Dragon’s Dojo” memberikan pendekatan visual jarak dekat yang lebih fokus. Menurutnya, karakteristik tersebut sesuai dengan olahraga tinju yang banyak menampilkan interaksi langsung antara dua petarung.
“Tinju sebenarnya cukup cocok dengan format ini karena banyak unsur dramanya terjadi antara dua petarung yang saling berhadapan. Yang terpenting adalah pertarungannya tetap terasa menarik dan autentik, apa pun bentuk layarnya,” ujar Chris John.
Hingga kini, rumah produksi belum menetapkan tanggal pasti perilisan “Dragon’s Dojo”. Namun, Chris John mengatakan serial tersebut ditargetkan meluncur pada awal tahun depan.
Sementara itu, cuplikan visual awal direncanakan mulai diperkenalkan melalui media sosial pada tahun ini untuk menjangkau penonton di Indonesia maupun global.
Serial yang diproduksi Silver Media Group, Harun Kurniawan, dan Koollab Studios tersebut juga diproyeksikan menjadi pembuka ASERYA Asian Mythology Franchise.
Dalam rencana jangka panjang, karakter Chris John akan berkesempatan bertemu dengan tokoh-tokoh pahlawan dari cerita Asia lainnya ketika kisah lintas negara tersebut berada dalam satu dunia yang sama.
“Saya merasa sangat antusias bahwa cerita-cerita lain dari Asia juga akan menghadirkan karakter yang terinspirasi dari ikon dan sosok panutan nyata di negara masing-masing. Saya juga menantikan untuk mengetahui dari para produser siapa saja karakter-karakter lainnya yang akan hadir,” ujar Chris John.
Setelah serial animasi “Dragon’s Dojo” rampung, pihak manajemen juga menyiapkan kemungkinan ekspansi ke produk turunan, seperti gim dan komik.
Chris John menyatakan siap terlibat apabila pengembangan tersebut dilakukan, khususnya untuk memastikan elemen pertarungan dan latihan tetap autentik.
“Jika pengalaman saya dapat membantu membuat versi-versi karakter ini menjadi lebih autentik, terutama dalam elemen pertarungan dan latihan, saya dengan senang hati akan berkontribusi,” ujar Chris John.
  
Sumber : Antara
Bayu

Film Indonesia Solata Tayang di Festival Film Anak dan Remaja Yordania

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle