STARJOGJA.COM, Info – Film layar lebar Solata (Teman adalah Keluarga yang Kita Pilih) belum berhasil meraih penghargaan di Festival Film Bandung 2026. Meski demikian, karya garapan sutradara Ichwan Persada justru mendapat apresiasi di sejumlah festival film internasional, termasuk penghargaan di Eropa.
“Ini menjadi refleksi kita bersama atas sistem apresiasi festival domestik. Meski, karya-karya kita diapresiasi oleh luar negeri, tapi belum tentu hal itu terjadi di negeri kita sendiri karena mungkin adanya sudut pandang lain,” ujar sutradara sekaligus produser Solata, Ichwan Persada, Sabtu (18/7/2026).
Ichwan menilai hasil tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap sistem apresiasi di festival film nasional. Menurutnya, penghargaan di dalam negeri semestinya lebih mengedepankan kualitas artistik karya dibanding faktor popularitas atau nama besar yang terlibat dalam produksi film.
“Apresiasi dunia internasional itu sangat besar, apalagi film Solata ini masih menunggu hasil seleksi kompetisi di Tirana International Film Festival di Albania yang merupakan festival berkualifikasi Oscar,” katanya.
Ia juga menyinggung pengalaman film Women From Rote Island yang sebelumnya dinilai belum memperoleh pengakuan yang sepadan di Festival Film Indonesia meski mendapat apresiasi atas kualitas akting para pemainnya. Kondisi tersebut, menurut Ichwan, perlu menjadi perhatian agar ekosistem perfilman nasional semakin objektif dalam memberikan penghargaan.
“Film Solata terus memperluas jangkauan diplomasi budaya melalui dukungan institusi negara. Berkat fasilitasi dari KBRI Yordania, film ini dijadwalkan akan berpartisipasi dalam 5th Jordan Children and Youth Film Festival di Amman dalam waktu dekat,” terangnya.
Film Solata sebelumnya meraih penghargaan Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism pada ajang Golden FEMI Film Festival di Bulgaria. Selanjutnya, film produksi Walma Pictures dan Indonesia Sinema Persada itu dipastikan tampil di ASEAN Plus Three Film Festival di Cekoslowakia pada September 2026.
Ichwan meyakini keberhasilan Solata menembus berbagai festival internasional membuktikan bahwa film Indonesia mampu diterima lintas budaya. Menurutnya, kekuatan cerita dan visual menjadi modal penting untuk memperluas diplomasi budaya Indonesia melalui industri perfilman.
sumber : Antara






Comments