Lifestyle

Journaling Jadi Cara Sederhana Kelola Emosi dan Jaga Kesehatan Mental

0
journaling
@neurotransmiter
STARJOGJA.COM, Info – Praktik journaling atau menulis catatan pribadi semakin diminati sebagai salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan mental di tengah tekanan kehidupan modern. Aktivitas ini dinilai dapat membantu seseorang memahami emosi, mengurai pikiran, hingga mengurangi respons reaktif terhadap berbagai persoalan sehari-hari.
Praktisi pengembangan diri Magna Circle, Sari Praja, mengatakan kesibukan dan tekanan hidup, terutama di perkotaan, sering membuat seseorang kehilangan koneksi dengan dirinya sendiri. Akibatnya, pikiran menjadi penuh dan memicu stres yang kerap tidak disadari.
“Kadang di kehidupan metropolitan banyak hal yang kita pikirkan dan urus. Itu bisa membuat pikiran penuh atau bahkan kita tidak grounded dengan diri sendiri. Journaling membantu menguraikan apa yang ada di dalam pikiran kita,” ujar Sari di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Sari, journaling menjadi ruang aman untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan tanpa rasa takut dihakimi. Berbeda dengan bercerita kepada orang lain, menulis membantu seseorang lebih jujur terhadap dirinya sendiri dan memahami emosi yang sedang dirasakan.
Ia menjelaskan, kebiasaan menulis secara rutin dapat meningkatkan kesadaran diri sekaligus membantu seseorang mengelola respons emosional dengan lebih baik. Ketika perasaan dan pikiran dituangkan ke dalam tulisan, seseorang cenderung lebih tenang dan tidak mudah terpancing oleh situasi tertentu.
“Ketika ditulis, kita bisa lebih connect dengan diri sendiri. Kalau tidak dituangkan, kita bisa jadi mudah terpicu dan mudah reaktif,” katanya.
Selain bermanfaat untuk kesehatan mental, journaling juga dinilai sebagai metode refleksi diri yang mudah dan terjangkau. Aktivitas ini tidak membutuhkan fasilitas khusus maupun biaya besar karena cukup dilakukan dengan kertas dan alat tulis.
“Ini salah satu alat yang paling mudah dan paling murah untuk mengelola batin atau mengelola pikiran kita sendiri,” ujar Sari.
Dalam praktik pendampingan yang dilakukannya, Sari kerap merekomendasikan journaling sebagai bagian dari proses pengembangan diri. Menurutnya, manfaat terbesar dari kebiasaan ini bukan sekadar mencatat aktivitas harian, melainkan membangun kejujuran dan penerimaan terhadap diri sendiri.
“Mereka bisa punya self-empowered dan yang paling penting mereka bisa jujur kepada diri mereka sendiri,” katanya.
Untuk pemula, Sari menyarankan agar journaling dimulai secara sederhana dengan meluangkan waktu lima hingga sepuluh menit setiap hari. Isi tulisan tidak perlu rumit, cukup mencatat apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan pada saat itu.
“Yang ditulis cukup apa yang lagi aku rasakan dan apa yang lagi aku pikirkan. Coba saja lima sampai sepuluh menit setiap hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsistensi lebih penting dibanding durasi. Jika sesekali terlewat, seseorang tidak perlu merasa bersalah karena tujuan utama journaling adalah membantu diri sendiri, bukan menjadi beban tambahan. Dengan dilakukan secara rutin, kebiasaan ini dapat menjadi sarana efektif untuk menjaga kesehatan mental dan membangun hubungan yang lebih baik dengan diri sendiri.
Sumber : Bisnis
Baca juga :
Bayu

Nothing Ear (Open) Blue Resmi Masuk Indonesia, Dibanderol Rp1,6 Jutaan

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle