STARJOGJA.COM, Info – Dokter spesialis mata lulusan Universitas Padjadjaran, dr. Tri Wahyu, Sp.M, mengungkapkan bahwa kompres hangat maupun kompres dingin dapat menjadi terapi pendukung yang efektif untuk meredakan berbagai keluhan pada mata. Mulai dari mata kering akibat terlalu lama menatap layar hingga pembengkakan pada kelopak mata karena benturan.
Dalam diskusi mengenai kesehatan kelopak mata di Jakarta, Rabu (4/6/2026), Tri menjelaskan bahwa kompres hangat sangat bermanfaat bagi masyarakat yang sering mengalami mata kering karena bekerja di depan komputer, berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama, atau sering terpapar debu, angin, dan asap.
“Untuk teman-teman yang mungkin sering mengalami mata kering karena lama di depan monitor, lama di ruang ber-AC, sering terkena debu, angin, asap, ini sangat membantu meredakan,” ujar Tri.
Menurutnya, kompres hangat dapat digunakan sebagai terapi pendukung untuk mengatasi mata kering, infeksi yang disertai peradangan, mata lelah setelah beraktivitas seharian, hingga keluhan mata berair. Selain membantu meredakan gejala, kompres hangat juga berfungsi membuka saluran minyak pada kelopak mata sehingga cairan yang terperangkap dapat keluar dan mempercepat penyembuhan kondisi seperti bintitan.
Sementara itu, kompres dingin lebih direkomendasikan untuk mengurangi pembengkakan dan memar pada kelopak mata, misalnya akibat terkena benturan benda tumpul. Suhu dingin membantu mempersempit pembuluh darah sehingga kebocoran pembuluh darah dapat berkurang dan pembengkakan lebih cepat mereda.
“Kompres dingin supaya bengkaknya lebih cepat reda, pembuluh darah yang bocor itu lebih cepat menutup,” jelasnya.
Tri menambahkan, baik kompres hangat maupun dingin dapat dilakukan sesering mungkin karena termasuk terapi noninvasif yang aman. Idealnya, kompres dilakukan dua hingga tiga kali sehari dengan durasi sekitar lima hingga sepuluh menit setiap sesi.
Proses kompres dilakukan dalam kondisi mata tertutup menggunakan handuk hangat atau dingin, eye patch, maupun botol berisi air hangat yang diletakkan di atas kelopak mata.
Meski demikian, Tri mengingatkan masyarakat untuk segera berkonsultasi ke dokter spesialis mata apabila pembengkakan tidak kunjung membaik atau keluhan terus berulang pada area yang sama. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan menentukan penanganan yang tepat.
Sumber : Antara
Baca juga : Kalazion pada Mata Sering Dianggap Sepele, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya







Comments