Lifestyle

Kemenekraf Dorong Industri Voice Over, Talenta Sulih Suara Dapat Pembinaan

0
lagu viral Industri voice over Indonesia
ilustrasi siaran atau voice over atau rekaman suara (starjogja.com)

STARJOGJA.COM, Info – Kementerian Ekonomi Kreatif mendukung pengembangan talenta pengisi suara dan penguatan ekosistem industri sulih suara di Indonesia. Dukungan tersebut dilakukan melalui berbagai program pembinaan, termasuk lokakarya dan kompetisi voice over untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif digital.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi mengatakan perkembangan ekonomi kreatif membuka peluang besar bagi industri voice over dan sulih suara yang kini semakin dibutuhkan di era konten digital.

“Pertumbuhan tersebut turut membuka peluang besar bagi industri voice over dan sulih suara yang kini semakin dibutuhkan di tengah pesatnya perkembangan konten digital,” kata Cecep dalam siaran pers kementerian, Kamis (14/5/2026).

Menurut data Statistik Ekonomi Kreatif yang dirilis Badan Pusat Statistik pada akhir 2025, kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto mencapai Rp1.611,2 triliun. Sementara nilai investasi di sektor tersebut tercatat mencapai Rp183,01 triliun sepanjang 2025.

Sebagai bagian dari pembinaan, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih menggelar Workshop Pembinaan Talenta Ekonomi Kreatif: Voice Over di Pontianak, Kalimantan Barat.

Lokakarya yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat itu menghadirkan pelatihan teknik vokal, pemahaman Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga strategi membangun personal branding dan jejaring profesional.

“Kami ingin talenta-talenta muda tidak hanya jago menjual suara, tetapi juga memahami aspek bisnis, HKI, dan cara membangun personal branding di platform global,” ujar Cecep.

Selain pelatihan teknis, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI yang mulai memengaruhi industri sulih suara. Meski demikian, unsur emosi manusia dinilai tetap menjadi kekuatan utama pengisi suara profesional.

Talenta pengisi suara profesional Bimo Kusumo mengatakan AI memang mampu meniru suara, tetapi tidak bisa menggantikan empati dan kemampuan storytelling manusia dalam membangun koneksi emosional dengan pendengar.

“Betul bahwa AI bisa meniru nada, tapi AI tidak akan pernah bisa menggantikan empati dan storytelling yang menyentuh hati,” katanya.

Sumber : Antara

Baca juga : Anggun Menjadi Pengisi Suara di Raya and the Last Dragon

Bayu

The Stage Shanghai Rayakan Ulang Tahun Perdana, Jadi Destinasi Wisata Baru di China

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle