HealthLifestyle

Pelari Pemula Diingatkan Wajib Strength Training untuk Cegah Cedera Shin Splints

0
strength training pelari pemula menjaga kebugaran jogging track Bantul kesehatan jantung
Aktivitas lari di jalanan Yogyakarta (Foto : Arif Adi Setiawan)

 

 

 

STARJOGJA.COM, Info –

Pelari pemula diingatkan tidak hanya fokus pada aktivitas berlari saat mempersiapkan diri mengikuti maraton. Latihan kekuatan atau strength training disebut penting untuk membantu mencegah cedera dan meningkatkan performa tubuh saat berlari.

“Sebagai seorang pelari apalagi kalau kita bicara baru mulai berlari jangan hanya fokus di larinya tapi harus ada wajib melakukan strength training (latihan kekuatan),” kata Matias Ibo Kamis (1/5/2026).

Dalam konferensi pers “Road to Maybank Marathon 2026”, Matias menjelaskan cedera shin splints pada pelari umumnya dipicu penggunaan otot secara berlebihan. Karena itu, latihan kekuatan perlu dilakukan secara rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan untuk memperkuat otot dan meningkatkan daya tahan tubuh.

“Semakin banyak mitokondria yang berada dalam otot, artinya semakin jauh kita bisa berlari, semakin cepat bisa melakukannya. Mendapatkannya itu sebenarnya dari lari di zona dua atau lari lebih lambat,” ujar pelatih yang pernah menjadi Performance Manager Timnas Indonesia U-23 untuk AFF CUP 2025 itu.

Selain latihan kekuatan, Matias juga menyoroti pentingnya penggunaan sepatu lari yang sesuai kebutuhan. Menurutnya, banyak pelari pemula justru menggunakan supershoes berpelat karbon untuk aktivitas ringan sehingga meningkatkan risiko cedera pada kaki.

“Memang mungkin investasinya banyak tetapi itu juga bisa dipakai untuk jangka waktu yang lama kan jadi lebih baik menghabiskan sesuatu yang bisa berguna daripada menghabiskan waktu untuk rehabilitasi itu jauh lebih penting,” imbuh dia.

Sementara itu, Jakarta Running Coach Aditya Madya Pamungkas menyarankan pelari pemula lebih baik berlatih berdasarkan durasi dibandingkan jarak tempuh. Cara tersebut dinilai membantu pelari menjaga ritme latihan tanpa terburu-buru mengejar kecepatan.

“Itu bisa mendorong kemampuan kapasitas jantung kita untuk bisa bekerja dengan lebih baik tanpa ada rush, karena balik lagi kalau durasi itu biasanya sugestinya seperti itu karena ngejar durasi, jarak itu bisa dicepetin, tapi kalau ngejar durasi mau lama mau cepet ya durasinya sama. Jadi biasanya orang akan cenderung ya udahlah pelan-pelan aja,” kata Dodit.

Dodit menambahkan latihan dengan intensitas nyaman dan terkontrol juga membantu mengurangi risiko cedera. Menurutnya, cedera shin splints sering terjadi karena pelari memaksakan tubuh berlari terlalu jauh atau terlalu cepat dalam waktu singkat.

“Latihan yang terkontrol dengan effort yang kita kategorikan nyaman itu, biasanya juga lebih menghindari kita dari risiko cedera seperti shin splints itu biasanya kadang karena too much too soon jadi terlalu tiba-tiba larinya terlalu jauh terlalu cepat juga,” imbuh Dodit.

 

 

Sumber : Antara

Baca juga : Tips Olahraga dari Chicco Jerikho bagi Pemula

Bayu

Penggunaan Gadget Bukan Penyebab ADHD dan Autisme pada Anak, Ini Penjelasan Dokter IDAI

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health