STARJOGJA.COM,INFO. Vaksinasi Lindungi Semua Usia Dari Infeksi Virus Secara Optimal. Hal ini disampaikan oleh Dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia dr. Kanya Ayu Sp.A.
Ia mengatakan vaksinasi dapat melindungi semua usia secara optimal dari infeksi virus termasuk influenza yang berpotensi menularkan pada orang lain dan mengancam nyawa.
“Sampai lansia pun juga harus dilindungi dengan vaksin influenza, karena dia tidak mengenal usia. Siapa saja dibabat sama si virus ini, ada beberapa jenis virus yang menyebabkan kematian yang terbanyak adalah karena influenza,” kata Kanya dikutip dari antaranews.com.
Kanya mengatakan di Indonesia kasus pneumonia dan diare masih menjadi penyebab angka kesakitan dan kematian terbanyak untuk anak di bawah tiga tahun dan di bawah lima tahun, dengan tiga terbanyaknya adalah karena virus influenza.
Pneumonia akibat influenza bisa merusak saluran pernapasan, memudahkan bakteri atau virus lain menginfeksi paru-paru dengan gejala seperti sesak napas, demam tinggi, batuk berdahak, nyeri otot dan sakit kepala. Ini bisa berakibat fatal, terutama pada pasien yang memiliki komorbid.
Kanya juga menjelaskan virus influenza bisa bertahan lama di tubuh anak dari mulai masa inkubasi virus masuk ke tubuh sampai menimbulkan gejala, bahkan hingga anak sudah sembuh, sisa virus influenza masih bisa bertahan berhari-hari dan bisa menularkan ke orang di sekitarnya.
Tingkat serangan influenza tahunan pada anak juga 20-30 persen lebih sering dibandingkan pada dewasa yang hanya 5-10 persen secara global.
“Ingat, membangun seorang anak itu seperti membangun sebuah rumah. Fondasinya nutrisi, dinding-dinding tembok, jendelanya stimulasi, bermain, kasih sayang. Atapnya imunisasi. Mau fondasinya sebagus apapun, kalau atapnya enggak ada, sama saja bohong,” kata Kanya.
Ia mengatakan vaksinasi juga perlu dilakukan pengulangan setiap tahun untuk semua usia untuk mengurangi kasus kematian dan mencegah angka rawat inap yang disebabkan oleh kasus influenza.
Selain itu juga karena vaksinasi memiliki masa “kedaluwarsa” sehingga perlu diulang untuk semakin meningkatkan daya tahan tubuh.
Baca juga : Varian Baru Covid-19 Terus Muncul, Epidemiolog Sebut Virus Sedang Berevolusi







Comments