Lifestyle

Film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? Angkat Isu Fatherless dalam Keluarga

0
film ayah ini arahnya ke mana ya
film ayah ini arahnya ke mana ya (antara)
STARJOGJA.COM, Info – Film “Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?” karya sutradara Kuntz Agus mulai tayang di bioskop Indonesia pada 9 April 2026. Film ini mengangkat drama keluarga dengan menyoroti hilangnya peran sosok ayah dalam kehidupan rumah tangga.
“Karena viral ini kita bidik nih, ceritanya bagaimana menarik. Kita angkat cerita mengenai ayah ini memang belum ada kita angkat. Memang fatherless, tapi yang beda bukan fatherless-nya meninggal, tapi lebih kepada masalah komunikasi,” tutur dia, saat konferensi pers usai pratayang film tersebut di Jakarta, pada Kamis (2/4/2026).
Cerita dalam film ini berpusat pada kehidupan keluarga kecil yang tinggal di bawah atap warung “Soto Bu Lia”. Di dalamnya terdapat sosok ayah, ibu, serta dua anak yang menjalani dinamika keluarga dengan berbagai persoalan.
“Karena viral ini kita bidik nih, ceritanya bagaimana menarik. Kita angkat cerita mengenai ayah ini memang belum ada kita angkat. Memang fatherless, tapi yang beda bukan fatherless-nya meninggal, tapi lebih kepada masalah komunikasi,” tutur dia.
Kehadiran sosok ayah dalam keluarga ini digambarkan tidak mampu menjalankan perannya secara utuh. Sementara itu, sang ibu justru menjadi tulang punggung yang bekerja keras untuk menjaga keberlangsungan keluarga.
“Karena viral ini kita bidik nih, ceritanya bagaimana menarik. Kita angkat cerita mengenai ayah ini memang belum ada kita angkat. Memang fatherless, tapi yang beda bukan fatherless-nya meninggal, tapi lebih kepada masalah komunikasi,” tutur dia.
Konflik semakin memuncak saat sebuah insiden di rumah menyebabkan sang ibu mengalami luka serius. Peristiwa ini menjadi titik balik yang mengubah kehidupan keluarga menjadi penuh tekanan dan ketidakpastian.
“Karena viral ini kita bidik nih, ceritanya bagaimana menarik. Kita angkat cerita mengenai ayah ini memang belum ada kita angkat. Memang fatherless, tapi yang beda bukan fatherless-nya meninggal, tapi lebih kepada masalah komunikasi,” tutur dia.
Beban ekonomi yang meningkat serta kondisi keluarga yang tidak stabil membuat anak sulung harus mengambil tanggung jawab lebih besar. Ia dipaksa untuk menghadapi realitas hidup dan berusaha menopang keluarganya di tengah keterbatasan.
“Karena viral ini kita bidik nih, ceritanya bagaimana menarik. Kita angkat cerita mengenai ayah ini memang belum ada kita angkat. Memang fatherless, tapi yang beda bukan fatherless-nya meninggal, tapi lebih kepada masalah komunikasi,” tutur dia.
Film ini juga menyoroti dampak emosional yang dialami anak-anak akibat kurangnya komunikasi dalam keluarga. Perubahan perilaku yang muncul menjadi gambaran dari tekanan batin yang mereka rasakan.
“Karena viral ini kita bidik nih, ceritanya bagaimana menarik. Kita angkat cerita mengenai ayah ini memang belum ada kita angkat. Memang fatherless, tapi yang beda bukan fatherless-nya meninggal, tapi lebih kepada masalah komunikasi,” tutur dia.
Di sisi lain, hubungan antara orang tua dan anak digambarkan semakin renggang seiring berjalannya waktu. Minimnya komunikasi memperlihatkan rapuhnya fondasi keluarga ketika peran penting tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Karena viral ini kita bidik nih, ceritanya bagaimana menarik. Kita angkat cerita mengenai ayah ini memang belum ada kita angkat. Memang fatherless, tapi yang beda bukan fatherless-nya meninggal, tapi lebih kepada masalah komunikasi,” tutur dia.
Melalui cerita ini, penonton diajak untuk melihat berbagai sudut pandang dalam keluarga, baik dari sisi orang tua maupun anak. Film ini juga menekankan pentingnya komunikasi agar hubungan tetap terjaga dengan baik.
“Karena viral ini kita bidik nih, ceritanya bagaimana menarik. Kita angkat cerita mengenai ayah ini memang belum ada kita angkat. Memang fatherless, tapi yang beda bukan fatherless-nya meninggal, tapi lebih kepada masalah komunikasi,” tutur dia.
Didukung deretan aktor dan aktris Tanah Air, film ini menghadirkan penampilan yang memperkuat emosi cerita. Kehadiran para pemain mampu membangun dinamika keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Karena viral ini kita bidik nih, ceritanya bagaimana menarik. Kita angkat cerita mengenai ayah ini memang belum ada kita angkat. Memang fatherless, tapi yang beda bukan fatherless-nya meninggal, tapi lebih kepada masalah komunikasi,” tutur dia.
Sumber : Antara
Bayu

Konser Badai Pasti Berlalu Rayakan 52 Tahun Karya Erros Djarot

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle