STARJOGJA.COM, Info – Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI ’56) Marcella Zalianty mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam membuat judul film dan materi promosi. Hal ini menyusul polemik baliho film horor berjudul “Aku Harus Mati” yang menuai kritik dari masyarakat.
“Setiap konsep kreatif pasti ada dampaknya, dan itu sebaiknya juga kita pikirkan,” kata Marcella di Jakarta, Senin (7/4/2026).
Baliho film tersebut mendapat sorotan dari warga hingga ahli kesehatan karena dinilai berpotensi berdampak buruk bagi individu dengan kerentanan psikologis. Pemilihan kata dalam promosi dinilai tidak hanya berdampak secara komersial, tetapi juga secara emosional.
“Pemilihan kata dalam komunikasi itu harus hati-hati, karena bisa berdampak secara psikologis, tidak hanya komersial,” katanya.
Marcella menilai polemik ini dapat menjadi pembelajaran bagi para pelaku industri kreatif dalam menyusun strategi komunikasi publik. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan diksi yang digunakan dalam promosi agar lebih bijak.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bagaimana memilih diksi dan strategi komunikasi yang lebih baik,” katanya.
Dalam kasus tersebut, ia menyebut pembuat film sebenarnya memiliki opsi untuk menggunakan judul alternatif yang lebih aman. Pendekatan komunikasi juga bisa disesuaikan tanpa harus menghentikan produksi film.
“Bukan berarti filmnya harus berhenti, bisa saja diberikan alternatif judul atau pendekatan lain yang lebih aman,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial dalam industri film. Kepekaan sosial dinilai menjadi faktor penting dalam setiap karya kreatif.
“Tidak ada benar atau salah, tapi lebih kepada kepekaan sosial yang perlu dipertimbangkan,” katanya.
Marcella menambahkan bahwa mekanisme peninjauan konten perlu diterapkan guna memastikan materi yang disajikan aman bagi publik. Namun demikian, ia mengingatkan agar penilaian terhadap sebuah film tidak hanya didasarkan pada judul atau materi promosi semata.
“Kita juga tidak bisa langsung menilai filmnya layak atau tidak, apalagi kalau belum menonton,” katanya.
Ia menilai persoalan ini bisa menjadi bahan evaluasi bersama bagi industri agar ke depan tidak menimbulkan dampak yang merugikan. Sistem dan kebijakan yang lebih matang diperlukan untuk mengantisipasi hal serupa.
“Ini bisa menjadi evaluasi bersama dalam sistem dan kebijakan, supaya dampaknya tidak merugikan,” katanya.
Sumber : Antara







Comments