STARJOGJA.COM,JOGJA. TB Bukanlah Aib, Masyarakat Diminta Lebih Terbuka dan Peduli. Masyarakat diajak berani Periksa.
Dengan Berani periksa, maka penderita TB punya kesempatan Sembuh yang lebih besar. Keberanian masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini dapat menghapus stigma negatif terhadap penderita TB.
Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Muhammad Syafi’i, S.Psi, menegaskan bahwa TB masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurutnya, salah satu hambatan terbesar dalam penanganan TB adalah stigma sosial yang masih melekat di masyarakat.
“Banyak masyarakat yang enggan memeriksakan diri karena takut dikucilkan. Padahal, semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk sembuh total,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan akses layanan kesehatan serta edukasi kepada masyarakat. Program skrining TB gratis dan penyuluhan kesehatan menjadi bagian dari strategi untuk menekan angka penularan.
“Jangan takut screening.TB itu bisa diobati kok, asal diketahui dari awal. Dengan peningkatan pengetahuan soal TB, masyarakat bisa menjadi supporting system bagi mereka yang terkena,” jelasnya.
Sementara itu, dokter spesialis paru dari RS Paru Respira, dr. Diana Septiyanti, Sp.P, FAPSR, menjelaskan bahwa TB merupakan penyakit yang bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan teratur.
“TB bukan penyakit kutukan atau aib. Ini adalah penyakit infeksi yang bisa menyerang siapa saja. Dengan pengobatan selama 6 bulan secara rutin, pasien bisa sembuh total,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala TB sejak dini, seperti batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, demam, dan keringat malam. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Menurut dr. Diana, dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting dalam proses penyembuhan pasien TB. Stigma dan diskriminasi justru dapat memperburuk kondisi pasien karena membuat mereka enggan melanjutkan pengobatan.
Dengan meningkatnya kesadaran dan kepedulian bersama, eliminasi TB bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.
“Jika mengalami batuk lebih dari dua minggu harus discreening. ketika ditemukan fakta kondisinya kesehatan lebih awal maka bisa cepat ditangani. Cepat ditangani maka bisa sembuh dan tidak menularkan ke orang lain,” tutupnya.







Comments