STARJOGJA.COM,INFO. Siapa yang tidak ingin berat badannya stabil? Yup. Menjaga berat badan tetap stabil penting, tidak hanya untuk menunjang penampilan tapi juga kesehatan.Mindful Eating jadi salah satu Cara Jaga Berat Badan.
Dokter Spesialis Gizi Juwalita Surapsari mengatakan mindful eating cukup efektif menjaga berat badan. Mindful eating adalah cara makan dengan menaruh perhatian penuh pada respons tubuh terhadap makanan yang dikonsumsi.
Teknik ini melatih tubuh untuk lebih mengenali sinyal lapar atau kenyang, serta membedakannya dengan sesuatu yang bersifat emosional. Dalam praktiknya, yang perlu diperhatikan bukan hanya frekuensi makan, tetapi juga jenis makanan, jumlahnya, serta cara pengolahannya.
“Perhatikan kembali sinyal lapar dan kenyang. Saat ini banyak orang yang mulai kehilangan kepekaan terhadap sinyal tersebut karena pola makan yang tidak teratur,” katanya seperti dilansir Bisnis.com, Rabu (1/4/2026).
Dokter Juwalita menjelaskan saat menerapkan mindful eating, rasa lapar dan kenyang dapat diukur melalui skala 1 hingga 10. Skala 1 menggambarkan kondisi lapar yang sangat ekstrem hingga tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga.
Sebaliknya, skala 10 menunjukkan kondisi sangat kenyang, bahkan bisa menimbulkan rasa mual. Menurutnya, waktu yang ideal untuk mulai makan adalah ketika berada di kisaran level 3 atau 4.
Pada level 4, rasa lapar mulai muncul, misalnya ditandai dengan perut yang mulai berbunyi. Sementara pada level 3, rasa lapar sudah cukup terasa hingga mengganggu kenyamanan dan konsentrasi.
Berhenti Makan sebelum Kenyang
Sementara itu, lapar pada level 1 dan 2 menunjukkan kondisi tubuh yang sudah terlalu lemah, sehingga tidak disarankan untuk menunda makan hingga mencapai tahap tersebut.
Terlebih, jika menunda makan hingga terlalu lapar, risikonya bukan hanya pusing atau lemas, tetapi juga membuat seseorang cenderung makan berlebihan. “Prinsip ‘berhenti makan sebelum kenyang’ sebenarnya ada benarnya, agar kita tidak sampai merasa terlalu penuh atau mual,” imbuhnya.
Dokter Juwalita menyebut yang ideal ialah berhenti makan di kisaran level 6 atau 7, yakni saat tubuh sudah merasa cukup kenyang tanpa disertai rasa begah atau tidak nyaman. Hindari mencapai level 8 hingga 10 karena kondisi tersebut sudah berada di tahap kekenyangan berlebih yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan, biasanya ditandai dengan rasa mual.
Dengan teknik ini, katanya, pengendalian porsi makanan akan lebih terjaga keberlanjutannya. Oleh karena itu, seseorang dapat mencegah makan berlebihan dan mengurangi kalori secara alami.
Namun, salah satu tantangan dalam menerapkan mindful eating adalah membedakan antara rasa lapar yang sebenarnya atau sekadar keinginan (craving) belaka. Menurut dokter Juwalita, ada tips sederhana agar keduanya dapat dikenali dengan lebih mudah.
Menurutnya, lapar yang nyata umumnya disertai tanda fisik, seperti pusing atau perut berbunyi. Kondisi ini kerap membuat seseorang cenderung menerima jenis makanan apa pun yang tersedia di hadapannya.
Di sisi lain, craving biasanya ditandai dengan munculnya sifat lebih selektif, sehingga meskipun ada makanan di depan mata, seseorang tetap enggan dan memilih menunda makan demi sesuatu yang lebih diinginkannya.







Comments