STARJOGJA.COM, INFO – Taj jarang kita menemui anak tantrum karena dilarang main HP. Jika tidak tertangani dengan baik, bisa jadi orang tua lah yang ikut emosi. Nah , Ini Saran Hadapi Anak Tantrum saat Dilarang Main HP!
Penerapan pembatasan penggunaan platform digital bagi anak di bawah 16 tahun ini tentu menjadi tantangan berat mengingat saat ini banyak anak yang terbiasa mengandalkan gawai dalam kehidupan sehari-hari. Membatasi atau melarang mereka menggunakan gawai berisiko memicu reaksi emosional berlebihan (tantrum).
Kondisi ini karena adanya ketergantungan anak pada gawai yang sudah terbentuk sejak dini. Pakar Perkembangan Anak Remaja dan Pendidikan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, mengatakan aktivitas yang melibatkan fisik dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut.
“Ajak anak memiliki beragam aktivitas, mulai dari fisik, seni, sosial, hingga spiritual,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan anak dalam aktivitas sehari-hari yang aktif dapat mengalihkan perhatian mereka dari gawai, sekaligus mendorong perkembangan sosial dan interaksi dengan lingkungan sekitar.
Selain itu, Novi mengatakan orang tua juga perlu memiliki keteguhan dalam pengasuhan dan tidak menjadikan gawai sebagai alat untuk menenangkan anak, terutama saat mengalami tantrum.
“Tidak mengenalkan gadget sampai umur 13 tahun. Kalau sudah telanjur kenal, atur penggunaannya,” kata Novi.
Ia juga menekankan perilaku anak sangat dipengaruhi contoh dari orang tua. Karena itu, orang tua diharapkan dapat menjadi teladan dalam penggunaan gawai.
“Anak berkembang dengan meniru. Orang tua harus menjadi role model, misalnya tidak memegang ponsel saat berinteraksi, serta mengajak anak melakukan berbagai aktivitas bersama,” tuturnya.







Comments