STARJOGJA.COM, Info – Psikolog klinis lulusan Universitas Padjajaran Virginia Hanny M.Psi., Psikolog mengatakan hari pertama kembali bekerja setelah liburan panjang kerap terasa berat. Namun kondisi tersebut dapat diatasi dengan beberapa kiat sederhana yang bisa dilakukan individu di tempat kerja.
“Tidak perlu langsung kembali 100 persen produktif. Fokus pada re-adjustment terlebih dahulu. Mulai dari tugas ringan atau administratif misalnya membaca email, menyusun to-do list, atau mengecek prioritas kerja,” kata Virginia, Sabtu (28/3/2026).
Ia menjelaskan, kembali ke rutinitas setelah momen kebersamaan yang intens saat liburan dapat memunculkan perasaan kehilangan. Kondisi ini merupakan bagian dari fenomena post holiday blues yang umum terjadi.
“Pada fase ini wajar jika badan dan mental membutuhkan waktu untuk kembali ‘on track’ pada pekerjaan,” ujarnya.
Virginia menyarankan agar individu tetap mempertahankan aktivitas positif selama liburan dan tidak langsung menghadapi pekerjaan berat. Penyesuaian ritme harian juga bisa dimulai 1–2 hari sebelum masuk kerja.
“Penyesuaian seperti jam tidur, jam makan, dan ritme kerja akan membantu tubuh lebih siap menghadapi hari pertama kembali ke kantor,” katanya.
Selain itu, membuat target kecil dinilai efektif untuk mengembalikan rasa kontrol dalam bekerja. Menyisihkan waktu untuk kegiatan menyenangkan di luar jam kerja juga dapat membantu mengurangi rasa kewalahan.
“Hal-hal sederhana ini bisa membantu transisi menjadi lebih ringan dan tidak terasa terlalu membebani,” ujar dia.
Ia menambahkan, kelelahan selama mudik dan aktivitas sosial saat Lebaran juga berpengaruh terhadap kondisi fisik dan emosional. Hal ini dapat menyebabkan penurunan energi hingga kesulitan berkonsentrasi.
“Kondisi tersebut bisa memperkuat perasaan berat untuk kembali bekerja yang termasuk dalam post holiday blues,” jelasnya.
Virginia menekankan pentingnya peran perusahaan dalam memahami fase transisi karyawan setelah libur panjang. Dukungan dari lingkungan kerja dinilai dapat membantu pemulihan dan meningkatkan produktivitas jangka panjang.
“Perusahaan sebaiknya menghindari penumpukan deadline di hari pertama dan memberikan waktu adaptasi bagi karyawan,” katanya.
Ia menambahkan, pemberian skala prioritas yang jelas dari atasan akan membantu karyawan fokus pada tugas utama. Fleksibilitas di awal minggu kerja juga penting untuk menjaga kondisi mental karyawan.
“Tidak langsung menjadwalkan meeting berat atau target besar serta menerapkan komunikasi yang suportif akan sangat membantu proses adaptasi,” ujar Virginia.
Sumber : Antara







Comments