News

BBPPMT Yogyakarta Didorong Jadi Etalase Kawasan Transmigrasi

0
BBPPMT Yogyakarta
Kepala BBPPMT Yogyakarta Tunggak Santoso menginginkan BBPPMT Yogyakarta Didorong Jadi Etalase Kawasan Transmigrasi. (aldy)

STARJOGJA.COM, Info – Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta yang didirikan pada 22 Maret 1979, memperingati hari jadinya yang ke-47 dengan menyoroti berbagai capaian dan transformasi yang sudah dilakukan. Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa, S.H., M.H., menyampaikan peringatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran BBPPMT sebagai pusat pelatihan, inovasi, serta etalase pengembangan kawasan transmigrasi di Indonesia.

Jadi program transmigrasi sekarang adalah mengembangkan kawasan transmigrasi yang sudah ada menjadi kawasan ekonomi baru. Selain melatih masyarakat transmigrasi di seluruh Indonesia, kami juga dituntut menjadi etalase. Etalase kawasan transmigrasi, bagaimana etalase kawasan transmigrasi ada di balai ini, termasuk berkait dengan komoditasnya, produk-produk unggulan di kawasan transmigrasi,” ujar Tunggak dalam acara peringatan 47 Tahun BBPPMT di Aula Arjuna BBPPMT, Sleman, DIY, Senin (30/3/2026).


Tunggak mengatakan jika peringatan ini juga refleksi perjalanan panjang lembaga dalam membangun kapasitas masyarakat transmigrasi. Menurutnya, arah kebijakan saat ini lebih menitikberatkan pada pengembangan kawasan yang sudah ada, sehingga pemerintah tidak lagi berfokus pada pemindahan penduduk dari Pulau Jawa ke luar pulau.

Tadi saya sampaikan bahwa program Pak Menteri sekarang sudah tidak lagi memindahkan dari Pulau Jawa ke luar pulau lagi, tapi bagaimana pengembangan kawasan transmigrasi di kawasan yang sudah ada dan memaksimalkan transmigrasi lokal,” ujarnya.

Dalam mendukung kesiapan calon transmigran, BBPPMT Yogyakarta memberikan berbagai pelatihan dasar, mulai dari pengelolaan lahan hingga pembentukan mental dan disiplin. Sebab, calon transmigran datang dari kota atau daerah yang berbeda dengan daerah tujuan transmigran.

Kepala BBPPMT Yogya Tunggak Santoso memberikan arahan (aldy)

Itu yang pasti kapasitas dasar, kompetensi dasar terkait dengan pengelolaan lahan, karena kan dikasih lahan memang masih kosong. Bagaimana pengelolaan lahan dan juga bagaimana bertahan hidupnya. Kami ada kurikulum untuk mental, fisik, disiplin, kerjasama dengan Kodim juga,” jelasnya.

Peringatan 47 tahun ini juga dimanfaatkan untuk mempublikasikan berbagai capaian dan inovasi BBPPMT Yogyakarta. Salah satunya melalui peluncuran company profile BBPPMT Yogyakarta serta program apresiasi alumni. Jadi alumni-alumni yang sudah ada, diberi apresiasi dengan mengirimkan video praktik baiknya, dinilai lalu dipublikasikan oleh BBPPMT Yogyakarta.

Lebih lanjut, BBPPMT juga menginisiasi program peningkatan kapasitas bagi transmigran yang telah ditempatkan melalui program transmigran penggerak. Program peningkatan kapasitas ini menjadi salah satu inovasi yang berjalan mulai tahun ini berdasarkan pada kebutuhan di lapangan melalui metode analisis khusus. Dengan pendekatan ini, pelatihan diharapkan lebih tepat sasaran.


“Transmigran-transmigran yang sudah ditempatkan di seluruh kawasan, kita upgrading di sini lagi sebagai apresiasi. Ini baru tahun ini kita mulai untuk program tersebut, ada lima angkatan. Setiap kali pelatihan kita ada namanya TNA,
Training Need Assessment. Jadi kami melakukan analisis kebutuhan pelatihan yang di sana,” kata Tunggak.

BPPMT Yogyakarta juga menggelar berbagai kegiatan seperti bakti sosial dan program inovasi lainnya untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia pun terus memperkuat kolaborasi, dan membagikan inovasi dalam pembangunan transmigrasi.

Setidaknya berada di institusi ini harus memberikan manfaatnya, bukan hanya dalam program tapi juga dalam aksi sosial. Kami berharap BBPPMT Yogyakarta dapat terus berkontribusi secara nyata dalam mendukung transformasi masyarakat dan pembangunan kawasan transmigrasi,” ujarnya.

 

Baca juga : Refleksi 47 Tahun BBPPMT Yogyakarta: Bukan Lagi Mimpi, Membangun Transmigrasi Masa Kini

Bayu

Kalazion pada Mata Sering Dianggap Sepele, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News