STARJOGJA.COM,JOGJA – Tak hanya menawarkan pengalaman unik dan penuh kenangan, bajaj Maxride juga membuka peluang bisnis menjanjikan bagi siapa saja yang ingin terjun untuk investasi bajaj. Bajaj Maxride hadir sebagai moda transportasi alternatif yang dinilai relevan dengan karakter Kota Pelajar dan Kota Budaya.
Bajaj Maxride menghadirkan Bajaj sebagai sarana transportasi yang nyaman, aman, dan fleksibel. Kehadirannya di Yogyakarta tidak hanya melengkapi kebutuhan mobilitas harian warga, tetapi juga mendukung aktivitas pariwisata dan komunitas lokal yang membutuhkan transportasi unik dan mudah menjangkau berbagai sudut kota.
Regional Manager Jogja & Jawa Tengah Bajaj Maxride, Bayu Subolah, menjelaskan bahwa Yogyakarta memiliki karakter yang sangat cocok dengan Bajaj. Menurutnya, kota ini dikenal sebagai kota budaya, pendidikan, dan wisata dengan tingkat mobilitas tinggi serta kondisi jalan yang beragam.
“Yogyakarta membutuhkan solusi transportasi yang fleksibel dan ramah wisata. Bajaj sangat cocok dengan karakter tersebut karena bisa menjangkau berbagai area dan memberikan pengalaman berbeda bagi penumpang,” ujar Bayu.
Dari sisi investasi, Bajaj dinilai sebagai aset nyata yang langsung produktif. Tidak hanya disimpan, unit Bajaj dapat langsung dioperasikan setiap hari dan menghasilkan pendapatan. Selain nilai fungsional, Bajaj juga memiliki nilai emosional karena terlibat langsung dalam aktivitas masyarakat serta menjadi bagian dari pengalaman wisata kota.
Saat ini, tercatat sekitar 30 juragan Bajaj aktif di wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Para juragan ini berperan sebagai mitra kepemilikan unit sekaligus penggerak operasional Bajaj di lapangan. Jumlah tersebut terus bertambah seiring meningkatnya minat terhadap model bisnis Bajaj Maxride.
Rata-rata pendapatan juragan Bajaj berada di kisaran Rp5–8 juta per bulan, tergantung pada jumlah unit yang dimiliki, tingkat keaktifan operasional, serta pengelolaan driver.
“Secara rata-rata, satu unit Bajaj berpotensi menghasilkan sekitar Rp2 jutaan per bulan, tergantung tingkat aktivitas. Ini menjadikan Bajaj sebagai sumber penghasilan tambahan yang realistis dan berkelanjutan, bukan janji instan, tapi stabil,” tuturnya.
Hal ini menjadikan investasi Bajaj sebagai peluang usaha yang menjanjikan, khususnya bagi masyarakat lokal.
“Konsepnya sederhana dan mudah dijalankan. Masyarakat cukup memiliki unit Bajaj, mulai dari 1 atau 3 boleh saja lalu operasionalnya dijalankan bersama Maxride melalui sistem aplikasi. Mulai dari driver, pemesanan, hingga monitoring perjalanan sudah terintegrasi, jadi pemilik unit tidak perlu terlibat langsung dalam operasional harian,” jelasnya.
Untuk mendukung mitra, Maxride juga memberikan pendampingan menyeluruh. Mulai dari branding kantor dealer, sistem aplikasi, standar operasional, pendampingan awal, hingga strategi pengenalan layanan kepada masyarakat.
“Tujuan kami agar mitra lokal tidak berjalan sendiri, tetapi bisa tumbuh bersama Bajaj secara berkelanjutan,” tutup Bayu.
Dengan potensi wisata yang terus berkembang dan kebutuhan transportasi yang adaptif, investasi Bajaj di Yogyakarta dinilai memiliki prospek cerah sebagai solusi mobilitas sekaligus peluang usaha jangka panjang.







Comments