Lifestyle

Psikolog Klinis Ingatkan Bahaya Membandingkan Diri di Media Sosial 

0
bahaya membandingkan diri di media sosial zero post etika tenaga kesehatan di media sosial
media sosial (ist)
STARJOGJA.COM, Info – Psikolog klinis Atharana Aliyya menekankan pentingnya mengelola penggunaan media sosial di tengah dunia yang bergerak serba cepat. Menurutnya, kebiasaan membandingkan diri dengan apa yang tampil di layar menjadi persoalan utama.
“Pada akhirnya kita membandingkan apa yang kita punya berdasarkan apa yang kita lihat di media sosial,” ucap Atharana kepada ANTARA di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Atharana, yang berpraktik di Puskesmas Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, menyebut penggunaan media sosial yang berlebihan membuat seseorang rentan mengalami krisis kepercayaan diri. Orang juga jadi mudah dihantui oleh pencapaian orang lain.
“Ketika memang kita selalu membandingkan diri kita dengan orang lain tentunya ga pernah cukup,” kata Atharana.
Kemudahan mengakses informasi di media sosial membuat seseorang gampang membandingkan pencapaiannya dengan orang lain. Sebagai gantinya, Atharana menyarankan untuk membandingkan diri saat ini dengan versi diri beberapa waktu sebelumnya.
“Kalau memang ada pertumbuhan, apresiasi itu,” ucapnya.
Atharana menjelaskan, perubahan emosi atau perilaku dalam diri bisa menjadi sinyal bahwa seseorang butuh waktu tambahan untuk rekreasi. Salah satu cara menyalurkan emosi adalah menerapkan gaya hidup sehat sebagai bentuk mencintai diri sendiri.
“Bisa coba me time dengan olahraga rutin dan pola makan seimbang,” ungkapnya.
Ia juga melihat generasi muda kini lebih peduli pada kesehatan mental dan keseimbangan hidup. Karena itu, banyak anak muda menjadikan olahraga bagian dari gaya hidup untuk merespons perubahan emosi.
“Jadi kalau ada perubahan emosi misalnya lebih banyak sedih atau takut, ada yang ikut kelas yoga,” kata Atharana.
Smartphone dan media sosial kini menjadi bagian keseharian, terutama bagi anak muda. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi depresi pada penduduk berusia di atas 15 tahun mencapai 1,4 persen, atau sekitar 2,5 juta hingga 3 juta orang.
Sumber : Antara
Bayu

Ekspor Kecap Indonesia Capai 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus 2026 

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle