STARJOGJA.COM, Info – Pementasan teater kontemporer Kebun Hantu mengangkat pengaruh algoritma platform digital terhadap ruang intim, tubuh, dan ingatan manusia modern. Pertunjukan yang berlangsung di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin malam, tersebut menggambarkan manusia yang kian terikat dengan teknologi digital.
Aktor Badri Adalah Badri mengatakan, rangkaian bait puitis dengan jargon siber dalam pertunjukan itu merefleksikan kehidupan masyarakat yang semakin bergantung pada gawai. Menurutnya, algoritma digital perlahan memengaruhi cara manusia menjalani kehidupan dan memahami dirinya sendiri.
“Dunia digital kan kayak begitu. Semakin kita buka, kita semakin kedikte oleh algoritma yang merasa memahami segalanya,” katanya saat ditemui ANTARA seusai pementasan di Teater Wahyu Sihombing.
Badri menjelaskan, Kebun Hantu dikembangkan melalui metode eksperimental yang mengolah pengalaman personal para pemerannya menjadi bagian dari pertunjukan. Sutradara Roy Julian merangkai latar belakang psikologis dan trauma fisik para aktor, termasuk Bambang Wahyudin, Parulian, Marina Novianti, serta Yuli Goplumb, ke dalam naskah dan bahasa panggung.
“Roy Julian mengemas latar belakang kami semua menjadi naskah. Dialog atau adegan repetitif seperti patung itu menceritakan orang-orang yang kehilangan tubuh dan identitasnya sendiri,” ujar Badri.
Proses pengembangan pertunjukan tersebut berlangsung sekitar 10 bulan, mulai dari pembacaan naskah hingga terbentuknya pementasan utuh. Durasi latihan yang panjang menjadi bagian dari proses eksplorasi untuk menghadirkan refleksi tentang arsip tubuh yang gagal menjadi dirinya sendiri.
“Proses reading sampai bentuk (pertunjukan) itu makan waktu 10 bulanan. Latihan 10 bulan hanya untuk pementasan satu jam lebih. Itulah gila-nya teater,” katanya.
Melalui pertunjukan berdurasi sekitar 70 menit itu, para pemain berharap penonton tidak hanya menikmati pementasan, tetapi juga membawa pulang bahan renungan mengenai kehidupan dan identitas manusia di tengah perkembangan teknologi.
“Namun, kami berharap penonton pulang dengan membawa sesuatu yang bisa dicerna di kepala mereka,” kata Badri mengenai pertunjukan berdurasi 70 menit itu.
Teater Kebun Hantu merupakan hasil kolaborasi Kantor Teater dan Trippicandid. Pementasan dijadwalkan kembali berlangsung pada Selasa (13/10) pukul 20.00 WIB dan dapat disaksikan masyarakat secara gratis setelah melakukan registrasi daring.
Sumber : Antara







Comments