STARJOGJA.COM, Info – Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) telah menyebabkan lebih dari 4.000 orang meninggal dunia. Berdasarkan data Lembaga Kesehatan Masyarakat Nasional Kongo (INSP) yang dikutip portal berita Actualite, tercatat 4.018 kematian dari hampir 8.300 kasus terkonfirmasi.
Data tersebut menunjukkan tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) mencapai 48,4 persen. Sementara itu, sebanyak 2.162 orang dilaporkan telah dinyatakan sembuh.
Wabah yang dikonfirmasi sejak 15 Mei 2026 tersebut disebabkan oleh virus Ebola Bundibugyo, salah satu jenis virus Ebola yang relatif jarang. WHO menyebut wabah ini berkembang cepat dan telah meluas ke sejumlah wilayah di DRC.
Penularan dilaporkan telah menjangkau tujuh provinsi, dengan Ituri dan Kivu Utara termasuk wilayah yang terdampak. Perkembangan tersebut membuat otoritas kesehatan meningkatkan pemantauan dan upaya penanganan untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC) Jean Kaseya mengatakan virus Ebola menjadi ancaman bagi negara-negara yang berbatasan dengan DRC.
Ebola dapat menyebabkan gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah dan diare. Pada kondisi berat, penyakit ini dapat berkembang hingga menyebabkan gangguan fungsi organ. Penularan terutama terjadi melalui kontak dengan orang yang terinfeksi atau cairan tubuhnya.
WHO menyebut pengendalian wabah Bundibugyo membutuhkan deteksi kasus secara cepat, isolasi dan perawatan pasien, pelacakan kontak, pemakaman yang aman, serta keterlibatan masyarakat. Hingga saat ini belum tersedia vaksin berlisensi maupun terapi spesifik yang disetujui untuk Bundibugyo, sehingga penanganan suportif dan pengendalian penularan menjadi bagian penting dalam respons wabah.
Sumber : Antara







Comments