Lifestyle

Mengenal Manfaat dan Risiko Mindfulness

0
manfaat meditasi Mindfulness
Ilustrasi meditasi - Reuters/Lucy Nicholson

STARJOGJA.COM, Info – Praktik mindfulness dan meditasi semakin populer sebagai cara mengelola stres di tengah rutinitas yang cepat. Namun, praktik kesadaran terhadap pikiran, emosi, dan lingkungan tersebut tidak selalu memberikan pengalaman menenangkan bagi setiap orang.

Dilansir dari American Psychological Association, mindfulness merupakan kesadaran terhadap kondisi internal diri dan lingkungan sekitar. Praktik ini membantu seseorang mengamati pikiran dan emosi tanpa menghakimi atau langsung bereaksi, dan kerap digunakan dalam terapi berbasis kesadaran, termasuk meditasi.

Meski dikenal sebagai aktivitas relaksasi, sejumlah penelitian menunjukkan sebagian orang justru dapat mengalami pengalaman negatif ketika bermeditasi. Willoughby Britton, profesor psikiatri Universitas Brown sekaligus direktur Laboratorium Neurosains Klinis dan Afektif, menemukan adanya efek kurang menyenangkan tersebut dalam penelitian selama 10 tahun terhadap lebih dari 100 praktisi meditasi.

Pengalaman negatif itu dapat berupa hyperarousal, seperti kecemasan, depresi, gangguan tidur, dan luapan emosi berlebih. Sebaliknya, hypoarousal dapat ditandai dengan berkurangnya emosi, motivasi, dan kesadaran terhadap diri sendiri.

Pada orang yang memiliki riwayat kecemasan, praktik mindfulness juga dapat menjadi pengalaman yang kurang nyaman. ReachLink mencatat, aktivitas merenung secara berlebihan berpotensi membuat seseorang semakin terjebak dalam lingkaran kecemasan.

National Institutes of Health (NIH) juga mencatat sebagian laporan mengenai teknik relaksasi tertentu yang justru dapat memperburuk gejala pada orang dengan kondisi psikologis tertentu, termasuk mereka yang memiliki riwayat trauma. Karena itu, konsultasi dengan tenaga profesional dapat dipertimbangkan ketika praktik meditasi justru menimbulkan atau memperburuk keluhan.

Di sisi lain, mindfulness tetap memiliki sejumlah manfaat yang didukung penelitian. NIH menyebut meditasi secara umum memiliki risiko yang sedikit dan dapat memberikan efek relaksasi.

Praktik mindfulness juga disebut dapat membantu mengurangi gejala stres, termasuk kecemasan dan depresi, serta berpotensi mendukung kualitas tidur, terutama pada orang yang tidak memiliki kondisi mental tertentu. Kini, praktik tersebut semakin mudah diakses melalui aplikasi maupun video di media sosial.

Respons setiap orang terhadap mindfulness dapat berbeda. Jika meditasi justru memperburuk kecemasan atau membuat pikiran semakin terganggu, kondisi tersebut tidak perlu dipandang sebagai kegagalan dalam mempraktikkan mindfulness.

Mindfulness bukan berarti memaksa pikiran menjadi kosong atau harus selalu merasa tenang. Praktik ini lebih berkaitan dengan kemampuan menyadari apa yang sedang terjadi tanpa langsung memberikan reaksi, sehingga dapat dipandang sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung kesehatan, bukan solusi untuk seluruh persoalan.

 

Sumber : Antara

Baca juga : Beragam Manfaat Meditasi yang Tidak Diketahui

Bayu

Poké Wayang, Kolaborasi Pokemon dan Budaya Indonesia untuk Anak

Previous article

Fave Hotel Malioboro Yogyakarta Hadirkan Promo Spesial September Ceria

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle