Lifestyle

Koperasi Kampus Bisa Jadi Laboratorium Bisnis Mahasiswa

0
koperasi sekunder kampus
Ilustrasi-gerakan-koperasi-Bisnis.com_
STARJOGJA.COM, Info – Persaingan dunia kerja yang semakin ketat membuat perguruan tinggi perlu membekali mahasiswa tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman berwirausaha. Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah koperasi kampus sebagai ruang praktik bisnis bagi mahasiswa.
Konsep University Co-op atau koperasi universitas memungkinkan dosen, karyawan, dan mahasiswa terlibat dalam satu ekosistem ekonomi di lingkungan kampus. Koperasi tidak hanya menyediakan kebutuhan warga kampus, tetapi juga menjadi tempat mahasiswa belajar mengelola usaha secara langsung.
Gagasan tersebut sejalan dengan dorongan pemerintah agar mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Kementerian Perdagangan pada April 2026 meluncurkan Program Campuspreneur bersama 19 perguruan tinggi untuk mendorong lahirnya wirausaha muda hingga berorientasi ekspor.
Dosen Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahmad Ma’ruf, SE., M.Si., menilai kondisi tersebut menjadi peluang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan koperasi sebagai bagian dari ekosistem kewirausahaan mahasiswa.
“Gerakan ekonomi berbasis komunitas yang berbentuk atau berbadan hukum koperasi tetap masih potensial ketika mau dikembangkan di komunitas kampus. Hal tersebut sering disebut dengan koperasi universitas. Mulai dari karyawan, dosen, hingga mahasiswa bisa bergabung dalam komunitas tersebut,” kata Ma’ruf secara daring, Rabu (2/9).
Menurut Ma’ruf, koperasi kampus harus dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata mahasiswa, dosen, dan karyawan. Layanannya pun dapat disesuaikan dengan karakter generasi muda.
Salah satunya melalui penyediaan makanan dengan konsep food court yang menawarkan makanan ringan, bergizi, dan terjangkau. Koperasi juga dapat menyediakan layanan pembiayaan untuk membantu mahasiswa yang mengalami kendala finansial selama menempuh pendidikan.
“Tidak semua mahasiswa memiliki kondisi finansial yang memadai. Dalam situasi seperti itu, saya kira koperasi bisa menjadi salah satu solusi. Misalnya, jangan sampai ada mahasiswa yang harus menunda kuliah karena orang tuanya sedang tidak memiliki kemampuan untuk membayar SPP,” jelasnya.
Ma’ruf menilai fungsi penting koperasi kampus bukan hanya sebagai penyedia kebutuhan, tetapi juga sebagai laboratorium entrepreneurship. Mahasiswa dari berbagai jurusan dapat dilibatkan dalam pengelolaan bisnis sehingga memperoleh pengalaman praktik sebelum memasuki dunia kerja.
“Koperasi kampus memang bagian dari ekosistem kampus yang mengembangkan pendidikan sekaligus laboratorium entrepreneur bagi mahasiswa semua jurusan untuk belajar dan mempraktikkan bisnis yang berideologi,” ujarnya.
Konsep tersebut juga telah diterapkan di sejumlah perguruan tinggi. Koperasi Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (KOPMA UNS), misalnya, menjadi wadah mahasiswa untuk berkreasi, berinovasi, serta belajar mengelola usaha secara bersama-sama.
Namun, keberlanjutan koperasi kampus tetap bergantung pada keterlibatan anggotanya. Karena itu, koperasi harus mampu memberikan manfaat nyata sekaligus membangun kesadaran bahwa koperasi merupakan gerakan ekonomi bersama.
Dengan konsep tersebut, koperasi kampus berpotensi menjadi ruang belajar bisnis yang menggabungkan pendidikan, kewirausahaan, dan kebutuhan ekonomi warga kampus.
Sumber : Humas UMY
Bayu

Yura Yunita Ajak Pendengar Menemukan Suara Hati dengan Lagu Pertiwi  

Previous article

Film Agensi Rumah Tangga Angkat Perjuangan Perempuan Menopang Keluarga

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle