STARJOGJA.COM, Info – Pegunungan bersalju, gurun, padang rumput, hingga danau berair jernih menjadi bagian dari bentang alam Xinjiang, wilayah administratif terluas di Tiongkok dengan luas sekitar 1,66 juta kilometer persegi. Di balik dinamika sosial dan politiknya, Xinjiang menyimpan sejumlah destinasi alam menarik. Salah satunya Danau Tianshan Tianchi atau Danau Surgawi yang berada di kawasan Pegunungan Tianshan, sekitar 110 kilometer dari Urumqi.
Danau berbentuk bulan sabit ini berada di ketinggian sekitar 1.910–1.980 meter di atas permukaan laut dengan luas sekitar 4,9 kilometer persegi. Airnya berwarna biru kehijauan dan dikelilingi hutan cemara serta pegunungan.
“Pengunjung tidak boleh berenang atau memancing ikan di sini. Pengunjung cukup menikmati keindahan danau dari tepi atau berlayar menggunakan kapal listrik yang telah disediakan,” kata Kepala Seksi Ekologi dan Lingkungan Hidup Komite Manajemen Danau Tianshan, He Xianglan, saat ditemui Sabtu (29/8/2026).
Keindahan Sepanjang Tahun
Danau Tianchi dapat dikunjungi sepanjang tahun dengan karakter yang berbeda pada setiap musim. Pada musim dingin, danau biasanya membeku sekitar Desember hingga April dan wisatawan dapat menikmati aktivitas ski di resor ski di kawasan tersebut.
Saat musim panas, pengunjung dapat berjalan menyusuri kawasan hutan, menikmati pemandangan danau, atau menggunakan perahu listrik.
Kawasan hutan di sekitar danau juga menjadi habitat berbagai flora dan fauna, termasuk rusa merah Tianshan dan macan tutul salju. Beragam bunga liar turut tumbuh di area terbuka dan menjadi bagian dari daya tarik alam kawasan tersebut.
Pada 2025, Danau Tianchi tercatat dikunjungi sekitar 3,4 juta wisatawan, meningkat 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tidak jauh dari danau terdapat Danau Feilong atau Kolam Naga Terbang. Airnya berasal dari aliran Danau Tianchi dan dilengkapi air terjun yang membuat kawasan tersebut dikenal sebagai Lembah Naga Putih.
Diselimuti Legenda
Keindahan Danau Tianchi juga tidak terlepas dari mitologi Tiongkok. Dalam cerita rakyat, danau ini dipercaya sebagai Yaochi atau Kolam Giok, tempat tinggal musim panas Ratu Surga Barat atau Xi Wangmu.
Legenda tersebut berkisah tentang pertemuan Xi Wangmu dengan Kaisar Mu dari Dinasti Zhou. Kisah keduanya kemudian menjadi bagian dari cerita rakyat yang membuat Danau Tianchi dikenal luas di masyarakat Tiongkok.
Karena itu, pengelola menilai popularitas danau tidak semata-mata bergantung pada promosi wisata.
“Kisah danau ini sudah dikenal luas oleh masyarakat Tiongkok. Masyarakat dari berbagai daerah ingin datang dan melihat langsung Danau Tianchi karena mereka sudah sangat familier dengan cerita rakyat tersebut,” ujar He.
Konservasi Jadi Perhatian
Besarnya jumlah wisatawan juga diimbangi dengan upaya menjaga lingkungan. Sejak 2016, pengelola kawasan telah menginvestasikan lebih dari 1 miliar RMB untuk restorasi ekologi, perlindungan lahan basah, penghijauan, dan konservasi.
Pengelola juga melarang penggembalaan ternak di kawasan tertentu serta mengembangkan penggunaan energi terbarukan. Kendaraan wisata, termasuk perahu, telah menggunakan tenaga listrik dan kawasan inti danau memanfaatkan energi dari pembangkit tenaga angin dan surya.
Sejumlah stasiun pemantauan lingkungan juga ditempatkan di kawasan hutan dan danau untuk memantau kualitas udara, suhu, kelembapan, serta kondisi lingkungan lainnya.
Dari Urumqi, Danau Tianchi dapat ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan darat. Perpaduan panorama alam, legenda kuno, dan upaya konservasi membuat Danau Tianchi menjadi salah satu destinasi menarik di Xinjiang.
Sumber : Antara







Comments