STARJOGJA.COM, Info – Paddy Pimblett tampil impresif pada ajang UFC 329 setelah mengalahkan Benoit Saint Denis melalui submission hanya dalam waktu 52 detik ronde pertama. Kemenangan tersebut diraih lewat teknik guillotine choke yang membuat lawannya kehilangan kesadaran hingga wasit Mark Goddard menghentikan pertandingan.
Usai laga, Pimblett mengaku hasil tersebut sesuai dengan prediksinya sebelum pertarungan. Petarung asal Inggris itu mengatakan telah memperkirakan Saint Denis akan mencoba melakukan takedown sehingga ia menyiapkan kuncian sebagai senjata utama.
“Sub of the year. Aku tau dia sudah pingsan. Aku harus bilang ke Mark, dia tidak sadar,” kata Pimblett usai pertandingan.
Pimblett menjelaskan dirinya telah berulang kali mengingatkan bahwa Saint Denis akan berusaha menangkap kakinya. Saat kesempatan itu datang, ia langsung mengunci leher lawannya hingga tidak mampu melepaskan diri.
“Aku sudah bilang di setiap minggu, dia berusaha melakukan serangan, dia berusaha dan memegang dan aku berusaha masuk choke dan membuatnya tidak sadar,” ujarnya.
Teknik guillotine choke yang diperagakan Pimblett mendapat pujian karena dinilai sangat bersih dan efektif. Setelah Saint Denis mencoba melepaskan diri dengan berguling, Pimblett tetap mempertahankan tekanan hingga lawannya terpaksa menyerah akibat kehilangan kesadaran.
“Aku seperti laba laba kawan. Ketika aku seperti laba laba. Ketika aku sudah memegangmu, kamu sudah tidak bisa keluar, sesederhana itu saja ,” katanya.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas keraguan publik setelah sebelumnya Pimblett kalah dari Justin Gaethje. Menurutnya, hasil di UFC 329 membuktikan dirinya masih layak bersaing di jajaran elite divisi ringan.
“Semua orang menghitung saya sudah selesai, karena aku kalah dari Gaethje. Lalu, sekarang apa? Apakah aku sudah selesai?” ucapnya.
Percaya diri usai kemenangan cepat itu, Pimblett langsung menantang sejumlah nama besar UFC. Ia menyatakan siap menghadapi juara maupun mantan juara demi memperbesar peluang merebut sabuk juara kelas ringan.
“Aku akan menghabisi Ilia. Aku akan rematch Justin. Aku akan melawan Conor or Max selanjutnya. Aku ga peduli, beri aku siapa saja ,” tegas Pimblett.
Di akhir wawancara, Pimblett menyempatkan memberikan penghormatan kepada mendiang Diogo Jota dan sang adik, Andre Silva, yang meninggal dunia sekitar sepekan sebelumnya. Ia mengajak para pendukung Liverpool yang hadir di arena untuk bersama-sama menyanyikan lagu penghormatan sebelum meninggalkan oktagon.
Baca juga : UFC 324 Pembuktian Paddy Pimblett dan Umar Nurmagomedov







Comments