HealthLifestyle

Dokter Mata Ingatkan Orang Tua Waspadai Gangguan Kelopak Mata Bawaan pada Anak

0
penyakit tiroid kondisi Ptosis Gangguan kelopak mata bawaan pada anak
ilustrasi pemeriksaan mata pada anak (antara)

STARJOGJA.COM, Info – Dokter spesialis mata lulusan Universitas Padjadjaran, dr. Tri Wahyu, Sp.M, mengimbau para orang tua untuk lebih waspada terhadap gangguan kelopak mata bawaan pada anak sejak lahir. Menurutnya, banyak kasus kelainan kelopak mata kongenital yang tidak disadari sehingga baru terdeteksi saat anak tumbuh besar dan berpotensi mengganggu perkembangan penglihatan.

Dalam diskusi di Jakarta, Rabu, Tri menjelaskan bahwa salah satu gangguan yang paling sering ditemukan adalah blepharophimosis, yaitu kondisi mata tampak lebih kecil akibat kelopak mata yang tidak dapat terbuka secara normal karena mutasi gen. Kondisi ini biasanya disertai gejala seperti kelopak mata turun (ptosis), jarak kelopak mata atas dan bawah yang sempit, serta lipatan kulit di sudut mata bagian dalam.

Gangguan lainnya adalah epiblefaron, yang umumnya ditemukan pada anak usia enam tahun hingga remaja. Kondisi ini menyebabkan kulit kelopak mata berlebih sehingga bulu mata menggesek permukaan bola mata dan menimbulkan iritasi, mata merah, atau berair. Anak dengan obesitas disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan ini.

Selain itu, terdapat ptosis, yaitu kondisi kelopak mata turun hingga menutupi pupil mata dan berpotensi menyebabkan gangguan penglihatan atau mata malas (amblyopia). Kasus ini sering kali terlambat disadari karena bayi umumnya belum sering membuka mata secara penuh. Ptosis juga dapat memicu gangguan silinder akibat tekanan pada kornea.

Kelainan bawaan lainnya adalah koloboma, yaitu kondisi yang dapat memengaruhi kelopak mata sekaligus struktur mata lain seperti iris, lensa, koroid, hingga saraf optik. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat berdampak pada fungsi penglihatan anak.

Tri menegaskan bahwa tidak semua gangguan kelopak mata harus langsung dioperasi. Dokter biasanya akan melakukan observasi terlebih dahulu sambil memantau pertumbuhan tengkorak dan perkembangan mata anak. Namun, jika kelainan mulai mengganggu fungsi penglihatan atau menimbulkan iritasi yang berat, tindakan operasi dapat menjadi pilihan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Pada kasus ptosis, tindakan operasi umumnya dilakukan saat anak berusia sekitar tiga hingga empat tahun agar pertumbuhan kelopak mata lebih optimal dan hasil koreksi dapat maksimal.

Sumber : Antara

Baca juga : Orang Tua Cek Kelainan Mata Anak Sejak Dini

Bayu

Psikolog UMY Ungkap Cara Mengelola Overthinking yang Kerap Dialami Mahasiswa

Previous article

Lagu MBG Bahlil Tunjukkan Sarkasme Bisa Berubah Jadi Personal Branding

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health