STARJOGJA.COM, Info – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai memberi dampak terhadap sektor logistik dan pengiriman internasional. Meski belum memengaruhi volume pengiriman dari DIY secara langsung, pelaku industri mulai mengantisipasi potensi gangguan distribusi dan kenaikan biaya operasional.
“Kenaikan harga plastik saja sudah terasa. Di logistik, dampaknya terlihat dari sisi keamanan dan service level agreement (SLA),” ujar Head of National Sales Ninja Xpress Muhammad Yan Mallino, Minggu (26/4/2026).
Menurut dia, perusahaan mulai menyiapkan langkah mitigasi dengan menghindari jalur distribusi yang melintasi wilayah konflik. Pengiriman juga dapat dialihkan ke rute lain yang dinilai lebih aman meski berdampak terhadap biaya logistik.
“Kalau ada force majeure, kami edukasi seller untuk memindahkan jalur. Aman, tapi ada konsekuensi biaya,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, permintaan pengiriman internasional dari Indonesia ke Malaysia dan Singapura disebut masih stabil bahkan mengalami peningkatan. Sementara ekspansi pasar ke kawasan Timur Tengah tetap dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi global.
Yogyakarta dinilai menjadi salah satu daerah yang memiliki peluang besar dalam pengembangan ekspor UMKM. Selain didukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, produk UMKM DIY juga dianggap memiliki karakter kuat dan mampu bersaing di pasar internasional.
Data yang dipaparkan menunjukkan UMKM di Indonesia mencapai sekitar 30,19 juta unit dan menyumbang lebih dari 61 persen terhadap produk domestik bruto nasional. Pangsa ekspor nonmigas UMKM pada 2024 juga tercatat mencapai 15,7 persen.
Untuk memperluas akses pasar, Ninja Xpress menggandeng Lincah Id dalam membuka layanan pengiriman ke puluhan negara tambahan di Timur Tengah dan Eropa. Dengan kerja sama tersebut, total tujuan pengiriman internasional kini mencapai lebih dari 40 negara.
“Permintaan besar, tapi UMKM sering terkendala administrasi dan biaya ekspor. Kami sederhanakan prosesnya, termasuk pajak dan pengiriman door to door,” jelasnya.
Head of Business Development Lincah Id, Raden Bayu Nurhadi Natawidjaya, menilai pasar internasional masih menjadi peluang besar bagi pelaku usaha di DIY. Produk fesyen disebut menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diminati di luar negeri, terutama di Malaysia.
“Kolaborasi ini memperkuat ekosistem. Kami bantu UMKM dari sisi akses pasar dan pembinaan, sementara logistik ditangani mitra,” ujarnya.
Selain memperluas negara tujuan ekspor, layanan pengiriman internasional juga mulai menawarkan kemudahan bagi pelaku usaha kecil, seperti tarif yang lebih terjangkau, minimum pengiriman skala kecil, hingga layanan pelacakan barang secara real-time.
Kondisi geopolitik global saat ini dinilai menjadi pengingat bahwa sektor logistik sangat dipengaruhi dinamika internasional. Meski demikian, peluang UMKM DIY untuk menembus pasar global disebut masih terbuka seiring meningkatnya kebutuhan produk lokal di berbagai negara.
Baca juga : UMKM DIY Didorong Mampu Naik Kelas







Comments