STARJOGJA.COM, Info – Lapak buah di sepanjang jalur pantai selatan (pansela) menuju Yogyakarta menjadi pemandangan khas saat musim mudik. Dari berbagai jenis buah yang dijajakan, jambu kristal menjadi salah satu yang paling banyak diburu pemudik.
“Kalau pas laris 50 kilo (Kg), kalau pas sepi paling 10 kilo (Kg),” ujar pedagang jambu kristal di jalur pansela, Nariya, Selasa (17/3/2026).
Jambu kristal dikenal memiliki daging buah tebal, renyah, dan hampir tanpa biji, sehingga praktis dikonsumsi selama perjalanan. Rasa manis dan kandungan air yang tinggi menjadikannya pilihan favorit pemudik yang melintasi jalur selatan yang panjang dan cenderung panas.
“Kebanyakan dari Jakarta, itu mau mudik, paling ke Jogja atau Jawa Timuran,” katanya.
Lapak jambu biasanya buka sejak pagi hingga tengah malam mengikuti arus kendaraan. Para pemudik kerap memperlambat laju kendaraan bahkan berhenti sejenak untuk membeli buah segar sebelum melanjutkan perjalanan.
“Harganya Rp15 ribu, tapi biasanya ada yang nawar, jadi dua kilo Rp25 ribu,” ujar Nariya.
Selain buah segar, pedagang juga menawarkan bibit jambu kristal dengan harga sekitar Rp20.000 per batang. Tak sedikit pembeli yang membawa bibit sebagai oleh-oleh tambahan selain buah, bahkan tersedia juga pilihan buah lain seperti belimbing madu.
“Sekarang paling maksimal 50 kilo. Minimal paling 15 kilo sehari,” katanya.
Menurutnya, penjualan akan meningkat signifikan saat momen Ramadhan hingga Lebaran. Periode tersebut menjadi waktu paling menguntungkan bagi para pedagang di sepanjang jalur pansela.
“Perbedaannya bisa dua kali lipat,” ujarnya.
Di balik popularitasnya, jambu kristal bukan tanaman asli Indonesia. Buah ini pertama kali dikembangkan di Taiwan pada awal 1990-an sebelum masuk ke Indonesia dan dikembangkan sebagai komoditas hortikultura unggulan.
Seiring waktu, budidayanya berkembang di berbagai daerah termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti di wilayah Gunungkidul yang memiliki kondisi lahan yang sesuai.
Kedekatan sentra produksi dengan jalur pansela membuat distribusi jambu kristal menjadi mudah, sehingga buah ini banyak dijumpai di sepanjang rute mudik menuju Yogyakarta.
Dari sisi kandungan, jambu kristal kaya akan vitamin C, serat, dan antioksidan yang bermanfaat untuk menjaga kebugaran selama perjalanan jauh.
Menariknya, jambu kristal di jalur pansela dijual secara sederhana tanpa kemasan modern. Buah disusun di keranjang atau digantung dalam plastik, namun kesegarannya justru menjadi daya tarik utama bagi pembeli.
Bagi pemudik, berhenti di lapak jambu kristal bukan sekadar membeli buah. Momen ini menjadi jeda perjalanan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.
Tidak sedikit pemudik yang langsung mengonsumsi jambu di dalam kendaraan, sementara sebagian lainnya membawanya sebagai buah tangan.
Di tengah perjalanan panjang, pengalaman sederhana seperti membeli buah di pinggir jalan justru menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi mudik di jalur pantai selatan.
Sumber : Antara
Baca juga : Jambu Kristal Tidak Bisa Tangkal Covid-19







Comments