Flash InfoHealth

Campak Bukan Sekadar Ruam dan Demam, Waspadai Risiko Komplikasi

0
komplikasi campak
Pelaksana bulan imunisasi Campak di Ngawi (antara)

STARJOGJA.COM. HEALTH – Banyak orang tua masih menganggap campak sebagai penyakit anak yang ringan dan akan sembuh dengan sendirinya. Waspadai Risiko Komplikasi!

Padahal, menurut Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.IPT(K), campak bisa menimbulkan komplikasi serius bahkan berujung kematian.

“Campak itu bukan penyakit ringan. Komplikasinya bisa berat dan daya tahan tubuh anak bisa sangat menurun sehingga memicu penyakit lain,” jelasnya dalam seminar media yang digelar secara daring.

Data menunjukkan campak masih menjadi ancaman nyata bagi anak-anak di Indonesia. Sepanjang 2025 tercatat lebih dari 11 ribu kasus campak terkonfirmasi dengan lebih dari 63 ribu kasus suspek.

Sementara dalam lima pekan pertama 2026 saja, terdapat 379 kasus campak terkonfirmasi dan lebih dari 5.300 kasus suspek.

“Jumlah kasus sebenarnya diperkirakan bisa lebih tinggi karena kapasitas pemeriksaan laboratorium masih terbatas,”terangnya.

Campak disebabkan oleh virus yang hanya hidup pada manusia dan sangat mudah menular. Penularannya terjadi melalui percikan udara saat penderita batuk atau bersin.

Karena penularannya cepat, anak-anak yang belum memiliki kekebalan tubuh yang baik menjadi kelompok paling rentan tertular.

Campak bukan hanya menyebabkan demam dan ruam kulit. Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ tubuh dan menimbulkan komplikasi serius.

Salah satu komplikasi paling sering adalah infeksi paru atau pneumonia. Banyak anak penderita campak yang harus dirawat intensif di rumah sakit karena gangguan pernapasan.

Bahkan sebagian anak membutuhkan alat bantu napas, dan sebagian besar kematian akibat campak berkaitan dengan pneumonia.

Selain paru-paru, campak juga bisa menyebabkan Infeksi telinga yang berisiko menyebabkan tuli permanen, Diare berat yang memicu dehidrasi, Gangguan mata akibat kekurangan vitamin A dan juga Penurunan daya tahan tubuh sehingga anak mudah sakit

“Salah satu dampak yang jarang diketahui orang tua adalah immunological amnesia, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh anak seperti “lupa” melawan penyakit yang sebelumnya pernah dihadapi,” terangnya.

Akibatnya, anak menjadi lebih mudah terserang berbagai infeksi setelah sembuh dari campak.

Campak juga bisa menyebabkan komplikasi pada otak yang disebut Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE), yaitu gangguan saraf progresif yang merusak otak.

“Yang perlu diwaspadai orang tua muda, komplikasi ini bisa muncul bertahun-tahun setelah anak terkena campak, bahkan hingga puluhan tahun kemudian,” tuturnya.

Para ahli mengingatkan bahwa memahami bahaya campak adalah langkah penting bagi orang tua muda untuk melindungi anak.

Campak bukan sekadar penyakit ruam biasa. Tanpa pencegahan dan perlindungan yang tepat, penyakit ini bisa berdampak serius pada kesehatan dan masa depan anak.

Baca juga : Pentingnya Masyarakat Waspadai Gejala Campak pada Anak

Tips Jaga Emosi Saat Hadapi Anak, Psikolog: Jangan Lupa “Jeda” Dulu

Previous article

Pohon Beringin Keraton Yogyakarta Simbol Pengayoman Raja kepada Rakyat

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info