Lifestyle

Peneliti Stanford Mengembangkan Vaksin Semprot Hidung

0
vaksin semprot hidung
Ilustrasi vaksin

STARJOGJA.COM, Info – Peneliti Universitas Stanford menghasilkan terobosan besar dalam vaksin lebih dari 200 tahun untuk menargetkan satu jenis penyakit. Peneliti Stanford ini tengah mengembangkan vaksin semprot hidung yang berpotensi melindungi dari berbagai virus pernapasan.

 

Peneliti menjelaskan vaksin yang disebut sebagai “Universal Vaccine” ini masih dalam tahap uji pada hewan dan belum masuk uji klinis manusia. Mereka menilai pendekatan tersebut sebagai langkah baru dalam dunia imunisasi, karena tidak melatih sistem imun secara konvensional, melainkan meniru cara komunikasi antar sel imun.

 

“Penelitian ini merupakan penyimpangan radikal dari prinsip pembuatan vaksin yang telah digunakan selama lebih dari 200 tahun,” tulis peneliti dalam laporan dikutip dalam BBC, Rabu (25/2/2026).

 

Para ahli di bidang imunologi menyebut penelitian ini sangat menarik, meskipun masih berada pada tahap awal dan memerlukan pembuktian lebih lanjut pada manusia. Berbeda dengan vaksin konvensional yang hanya melatih tubuh melawan satu penyakit spesifik, vaksin ini bekerja dengan cara memicu sistem pertahanan alami di paru-paru.

 

Vaksin diberikan melalui semprotan hidung dan membuat sel darah putih yang disebut makrofag berada dalam kondisi siaga terhadap berbagai jenis infeksi yang masuk melalui saluran pernapasan.

 

Efek kesiagaan tersebut bertahan sekitar tiga bulan pada percobaan hewan dan mampu menurunkan jumlah virus yang berhasil masuk ke tubuh hingga 100 hingga 1.000 kali lipat. Selain melawan virus, para penelitian juga menunjukkan vaksin ini mampu melindungi tubuh dari bakteri tertentu.

 

Peneliti menemukan perlindungan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Acinetobacter baumannii, yang dikenal dapat menyebabkan infeksi paru-paru serius. Profesor mikrobiologi dan imunologi Universitas Stanford, Prof. Bali Pulendran, menjelaskan bahwa vaksin ini mampu memicu respons perlindungan tubuh yang lebih luas terhadap berbagai virus, bakteri, hingga alergen, sekaligus menegaskan bahwa cara kerja vaksin ini berbeda dari vaksin konvensional yang selama ini digunakan dalam dunia medis.

 

“Vaksin ini memicu respons perlindungan yang jauh lebih luas, tidak hanya terhadap virus flu, Covid-19, atau virus pilek, tetapi juga terhadap berbagai jenis bakteri dan bahkan alergen,” ujarnya.

 

Menariknya, vaksin ini juga menunjukkan potensi mengurangi reaksi alergi. Respons imun yang terbentuk ternyata dapat menekan reaksi terhadap alergen tungau debu rumah yang menjadi pemicu asma alergi pada sebagian orang. Meski menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa masih banyak hal yang perlu dipastikan.

 

Salah satunya adalah apakah efek perlindungan yang sama dapat terjadi pada manusia, mengingat sistem imun manusia dan hewan memiliki perbedaan. Peneliti juga mempertimbangkan kemungkinan pemberian vaksin melalui nebulizer agar dapat menjangkau bagian dalam paru-paru manusia.

 

Mereka masih akan melakukan penelitian lanjutan, termasuk uji coba yang sengaja memberi paparan infeksi untuk melihat bagaimana tubuh merespons. Jonathan Ball, profesor virologi molekuler juga memastikan sistem imun tidak terlalu aktif hingga justru menyerang jaringan tubuh sendiri dan menimbulkan efek samping.

 

Para peneliti menegaskan vaksin ini tidak dirancang untuk menggantikan vaksin yang sudah ada, melainkan sebagai pelengkap perlindungan kesehatan. Pada masa awal pandemi, vaksin universal ini berpotensi membantu menekan angka kematian dan tingkat keparahan penyakit sambil menunggu pengembangan vaksin spesifik.

 

Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan pada manusia, namun temuan ini membuka peluang baru dalam pengembangan vaksin masa depan untuk membantu melawan penyakit pernapasan yang terus berkembang.

 

 

 

 

Sumber : Bisnis

 

Baca juga : Ini Pentingnya Vaksinasi dan Diagnosis Cepat dalam Kasus Superflu

Bayu

Pentingnya Mengatur Jam Tidur saat Bulan Puasa

Previous article

Alasan Ketomber Lebih Banyak pada Laki-Laki

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle