STARJOGJA.COM, Info – Menjelang bulan puasa banyak umat yang melakukan ziarah ke makam orang tua maupun para ulama termasuk ke makam para Wali Songo. Berikut informasi lokasi makam Wali Songo dan peran para wali tersebut.
1. Makam Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga atau yang memiliki nama lengkap Raden Sahid ini merupakan anak dari Bupati Tuban, yakni Tumenggung Wilatikta. Sunan Kalijaga dikenal sebagai seorang budayawan sekaligus seniman seni suara, seni ukir, dan seni busana.
Menjadi bagian dari Wali Songo, Sunan Kalijaga melaksanakan penyebaran agama islam dan berdakwah mulai dari Kabupaten Cirebon, dan kemudian berlanjut ke daerah Indramayu dan Pamanukan. Dalam menyebarkan agama islam, sebagai seorang seniman Sunan Kalijaga melakukan pendekatan melalui seni dan budaya.
Adapun cara dakwah yang dilakukan Sunan Kalijaga adalah dengan melakukan pertunjukkan wayang yang pada masa itu sangat digemari oleh masyarakat. Selain menggunakan wayang, Sunan Kalijaga juga berdakwah menggunakan nyanyian, ukiran, hingga gamelan.
Lokasi: Jl. Raden Sahid, Desa Kadilangu, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Jam Buka: 24 Jam
Biaya: Gratis
2. Makam Sunan Kudus
Sunan Kudus atau yang memiliki nama asli Jafar Sadiq merupakan sunan yang menyebarkan agama Islam di wilayah Jawa Tengah. Sunan Kudus diketahui merupakan anak dari Raden Usman Haji. Dari ayahnya, Sunan Kudus mempelajari ilmu agama islam secara mendalam.
Memiliki keahlian khusus dalam bidang agama, Sunan Kudus mendapatkan gelar dari para wali dengan nama Wali Al-ilmi. Selain belajar ilmu agama dari ayahnya, Sunan Kudus juga berguru kepada Sunan Ampel di Surabaya selama beberapa tahun, dan berguru kepada ulama lainnya.
Sunan Kudus diketahui pernah menjadi imam besar Masjid Agung Demak sekaligus hakim di Kerajaan Demak. Namun, karena adanya perselisihan internal di dalam kerajaan, Sunan Kudus memutuskan pindah ke kawasan Kudus dan berfokus dakwah di daerah tersebut.
Lokasi: Gg Kauman, Pejaten, Kecamatan. Kota Kudus, Kabupaten. Kudus, Jawa Tengah
Jam Buka: 05:00-22:00 WIB
Biaya: Gratis
3. Makam Sunan Muria
Sunan Muria atau yang memiliki nama lengkap Raden Umar Said merupakan sunan yang melakukan dakwah dan menyebarkan agama islam di wilayah pesisir utara Jawa Tengah, seperti sekitar Gunung Muria, Kudus, Pati, hingga Jepara. Sunan Muria merupakan putra dari Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh.
Sunan Muria juga memiliki peran penting dalam Kesultanan Demak. Meski memiliki peran di Kesultanan Demak, Sunan Muria memilih melakukan dakwah dan penyebaran agama islam di kawasan Gunung Muria. Sama seperti ayahnya, Sunan Muria juga melakukan dakwah menggunakan seni dan tradisi Jawa.
Lokasi: Desa Colo, Kec. Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah
Jam Buka: 24 Jam
Biaya: Rp2.000-10.000 per orang
4. Makam Sunan Gresik
Sunan Gresik atau yang memiliki nama asli Maulana Malik Ibrahim merupakan sunan yang menyebarkan dan berdakwah di wilayah Gresik, Jawa Timur. Sunan Gresik yang juga dikenal dengan nama Maulana Maghribi ini disebut merupakan keturunan Arab yang dilahirkan di Uzbekistan, Asia Tengah.
Sunan Gresik diketahui tiba di nusantara tepatnya Gresik pada sekitar awal abad ke-14 dari Champa. Kabupaten Gresik akhirnya menjadi tempat tiba sekaligus tempat yang dipilih Sunan Gresik untuk berdakwah dan menyebarkan agama islam di pulau Jawa.
Di antara sunan lainnya, Sunan Gresik menjadi sunan pertama yang menyebarkan agama islam di tanah Jawa. Oleh karena itu, Sunan Gresik disebut sebagai wali yang paling senior di antara sunan Wali Songo lainnya.
Dalam penyebaran agama islam, Sunan Gresik melakukan dakwah menggunakan beberapa pendekatan, seperti pendekatan pribadi melalui adat istiadat, mendirikan masjid dan pesantren, perdagangan, serta pertanian dan pengobatan.
Lokasi: Jl. Malik Ibrahim No. 52-62, Gapuro Sukolilo, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur
Jam Buka: 24 jam
Biaya: Gratis
5. Makam Sunan Ampel
Sunan Ampel atau yang memiliki nama lengkap Raden Rahmat merupakan sunan yang menyebarkan agama islam dan berdakwah di wilayah Ampel, Jawa Timur. Sunan Ampel merupakan putra dari Sunan Gresik. Selain itu, Sunan Ampel juga mendapat julukan “Bapak Para Wali”, hal ini karena selain menjadi putra dari salah satu Wali Songo, Sunan Ampel juga memiliki dua anak yang menjadi wali, yakni Sunan Bonang dan Sunan Drajat.
Pada awalnya, Sunan Ampel datang dari wilayah Champa setelah adanya kisruh politik di wilayah tersebut. Sesampainya di Nusantara, Sunan Ampel diketahui pernah singgah sebentar di daerah Palembang dan Tuban, sebelum akhirnya diberikan sebidang tanah di kawasan Ampel oleh Prabu Brawijaya.
Dalam penyebaran agama islam, Sunan Ampel melakukan dakwah dengan pendekatan kultural yang santun, humanis, dan tanpa kekerasan.
Lokasi: Jl. Ampel Masjid No. 53, Kec. Semampir, Kota Surabaya
Jam Buka: 24 Jam
Biaya: Gratis
6. Makam Sunan Bonang
Sunan Bonang atau yang memiliki nama asli Raden Makdum Ibrahim merupakan sunan yang menyebarkan agama islam dan berdakwah di wilayah Tuban, Kediri, Rembang, Lasem, dan Demak. Sunan Bonang merupakan putra dari Sunan Ampel. Sejak kecil, Sunan Bonang diketahui mempelajari agama islam dari ayahnya sendiri di Pesantren Ampel Denta.
Dalam penyebaran agama islam, Sunan Bonang dikenal sebagai salah satu wali yang populer karena metode dakwah yang digunakan. Dalam melakukan dakwah, Sunan Bonang menggunakan pendekatan kesenian untuk menarik simpati masyarakat.
Alat kesenian yang digunakannya dalam berdakwah berupa seperangkat gamelan yang disebut bonang. Dengan pendekatan dakwah ini, Sunan Bonang berhasil menarik perhatian dan simpati masyarakat untuk mempelajari agama islam.
Lokasi: Jl. KH Mustain, Kutorejo, Kecamatan. Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Jam Buka: 24 Jam
Biaya: Gratis
7. Makam Sunan Giri
Sunan Giri atau yang memiliki nama asli Muhammad Ainul Yaqin merupakan sunan yang menyebarkan agama islam dan berdakwah di wilayah Giri, Kabupaten Gresik. Sunan Giri diketahui memiliki nama panggilan lainnya, seperti Raden Paku, Joko Samudro, Abdul Faqih, dan Prabu Satmata.
Saat berumur 7 tahun, Sunan Giri diketahui dititipkan ke Pesantren Ampel Denta yang didirikan oleh Sunan Ampel. Di pesantren tersebut, Sunan Giri mempelajari ilmu agama islam, mulai dari Al-Qur’an, hadits, fiqih, dan tasawuf. Setelah menjadi wali, Sunan Giri menggunakan pendekatan pendirian sebuah pesantren di wilayah Giri. Selain berdakwah melalui pendidikan, Sunan Giri juga diketahui berdakwah melalui kesenian, seperti lagu dan permainan.
Lokasi: Jl. Sunan Prapen No. 7 Pedukuhan, Sekarkurung, Kecamatan. Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur
Jam Buka: 24 Jam
Biaya: Gratis
8. Makam Sunan Drajat
Sunan Drajat atau yang memiliki nama asli Raden Qasim merupakan sunan yang menyebarkan agama islam dan berdakwah di wilayah Lamongan dan Gresik, Jawa Timur. Sunan Drajat merupakan putra dari Sunan Ampel dan adik dari Sunan Bonang.
Sejak kecil Sunan Drajat mempelajari ilmu agama islam langsung dari sang ayah. Namun, selain berguru kepada Sunan Ampel, Sunan Drajat juga berguru kepada Sunan Gunung Jati. Setelah mempelajari ilmu agama islam, Sunan Drajat diperintah oleh ayahnya untuk berdakwah dan menyebarkan agama islam di wilayah Gresik.
Namun, dalam penyebaran agama islam, disebutkan bahwa Sunan Drajat berdakwah dari di pesisir Gresik dan akhirnya berpindah ke wilayah Lamongan. Dalam menyebarkan agama islam, Sunan Drajat menggunakan pendekatan budaya dan tradisi masyarakat setempat. Adapun kesenian yang digunakan Sunan Drajat untuk berdakwah seperti seni gamelan, seni tembang pangkur, dan seni suluk.
Lokasi: Desa Drajat, Kecamatan. Paciran, Kabupaten Lamongan
Jam Buka: 24 Jam
Biaya: Gratis
9. Makam Sunan Gunung Jati
Sunan Gunung Jati atau yang memiliki nama asli Syarif Hidayatullah merupakan sunan yang memiliki peran penting dalam penyebaran islam di Jawa Barat, khususnya Cirebon. Sunan Gunung Jati dikenal sebagai sosok yang cerdas dan tekun dalam menuntut ilmu.
Sunan Gunung Jati mulai berdakwah dan menyebarkan agama islam setelah dirinya mempelajari agama islam di Makkah dan Mesir, kemudian berguru pada Sunan Ampel saat melakukan perjalanan ke Surabaya. Setelah berguru dengan Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati mendapatkan mandat atau diminta untuk menyebarkan agama islam dan berdakwah di daerah Cirebon.
Saat menyebarkan agama islam di Cirebon, Sunan Gunung Jati mendirikan sebuah pondok pesantren dan para santri memanggilnya dengan julukan Syekh Jati. Setelah masyarakat Cirebon banyak yang memeluk agama islam, Sunan Gunung Jati melanjutkan perjalanannya dengan melakukan dakwah dan menyebarkan agama islam ke daerah Banten.
Lokasi: Jl. Alun-Alun Ciledug No. 53, Astana, Kecamatan. Gunung Jati, Kabupaten. Cirebon, Jawa Barat
Jam Buka: 24 Jam (Disarankan ziarah pada pukul 08:00-16:00 WIB)
Biaya: Gratis
Sumber : Bisnis
Baca juga : Mengenal Lebih Dekat Makam Syekh Maulana Maghribi







Comments