HealthLifestyle

Persagi DIY Optimalkan Gizi untuk Generasi Emas 2045 dengan Pangan Lokal  

0
persagi diy
persagi diy memperingati hari gizi nasional

STARJOGJA.COM, Info – Indonesia tengah mewujudkan generasi emas 2045 atau generasi hebat yang lahir dari gizi yang tepat sejak dini. Joko Susilo, SKM., M. Kes. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Daerah Istimewa Yogyakarta mengatakan tema  peringatan Hari Gizi Nasional  26 Januari 2026 adalah gizi optimal menuju generasi emas 2045.

 

” Sementara tema dari Kemenkes di dari Kementerian Kesehatan ditambah lagi dengan ee pemberdayaan pangan lokal. Artinya kita kalau kita gabungkan itu gizi optimal untuk generasi 2045 dengan pengembangan pangan lokal,” katanya kepada Star FM.

 

Peringatan Hari Gizi Nasional  ini setiap daerah membebaskan untuk merayakan, namun, program Persagi pusat melakukan Program Edukasi Gizi Serentak yang menjangkau lebih dari 1.000 sekolah di berbagai wilayah Indonesia. Gerakan edukasi ini berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

 

” Kalau yang di kemarin di tanggal 21 Januari itu serentak itu yang MURI itu adalah sasarannya adalah siswa dan guru. Siswa itu SD, SMP, SMA, SMK, kemudian sama guru ya tersebar. Di 73 sekolah di DIY. Kalau di nasional sekitar 1800-an dengan melibatkan hampir 3.000-an lebih ahli gizi,” katanya.

 

Joko mengatakan Persagi yang memiliki 36 DPD di Indonesia ini, ingin memberikan pemahaman tentang perilaku makan yang sehat salah satu contohnya dengan isi piringku. Topik utamanya menjaga makan sesuai dengan gizi seimbang.

 

” Jadi pemberian pemahaman. Jadi isi piringku itu ya mari kalau kita makan khususnya pada anak sekolah ya ibu hamil dan seterusnya itu separuh itu adalah buah dan sayur.  Buahnya 25% mungkin sayurnya 25% makan pokok sama lauknya itu 50% tadi separuh,” katanya.

 

Joko mengatakan saat ini masing masing daerah memiliki pangan lokal yang beragam, mulai dari makanan berat hingga buah dan sayur. Saat ini penting kiranya membuat makanan lokal tersebut memiliki kandungan gizi yang berlebih.

 

“Di Kulon Progo misalnya ada yang namanya geblek. Geblek itu kita tingkatkan tidak hanya sekedar karbohidrat saja tapi coba diberikan di situ tepung misalkan tepung kacang hijau, tepung kedilis sehingga bisa menambahkan proteinnya ya,” katanya.

 

Menurutnya pangan lokal memiliki kandungan gizi yang bagus. Sementara saat ini banyak sekali buah impor merajai di beberapa tempat penjualan atau pasar.

 

“Tapi bagaimana apa membuat kreasi. Nah kreasi sayur tidak seperti itu saja. Itu membutuhkan keterampilan khusus ya supaya remaja kita, ibu hamil kita, anak-anak kita itu gemar makan sayur, makan buah kita sendiri ya. Bukan berarti kita melarang apa impor buah ya, enggak ya. Tetapi kenapa di rumah kita ada sendiri, harus pakai ubah yang lain mangga mangga kita kan gitu ya,” katanya.

 

Sehingga penting kiranya mendukung program mulia pemerintah dalam menyiapkan menu makanan yang bergizi kepada anak didik atau pelajar di seluruh Indonesia. Sehingga organisasi yang dibentuk tanggal 13 Januari 1957  mendukung program ini dalam membentuk generasi emas.

 

“Menyiapkan anak-anak kita, generasi kita di 2045 nanti, sasarannya adalah sasaran utama SD, SMP, SMA, ibu hamil, ibu misui, anak balita. Ambil contoh misalkan sekarang tahun 2025 /2026 lah masih 20 tahun lagi.”

 

“Bagi anak-anak SD yang sekarang usianya sekitar 12 tahun itu kira-kira nanti begitu tahun 45 itu ada sekitar usianya sekitar 40-an lah gitu ya. 40-an ya 40-an 7 37 sampai bagi yang SMA sekarang usia sudah anggaplah 17 tahun itu adalah nanti pada usianya adalah usianya sudah sekitar 37 tahun akan gitu ya. Jadi ini adalah satu apa satu momen lah gitu ya, satu momen untuk mendapatkan ke depan. Nah, MBG ini bagi ahli gizi ini adalah salah satu dharma baktilah saya anggap ya dharma bakti tenaga gizi untuk meningkatkan kualitas,” katanya.

 

Baca juga : Peringati Hari Gizi, Persagi DIY Gelar Edukasi Gizi Serentak di 73 Sekolah

Bayu

Pentingnya Masyarakat Waspada Penggunaan Gas Tertawa

Previous article

Mengenal Tugas Bea Cukai Yogyakarta, dari Ekspor Impor hingga Pengawasan Rokok Ilegal

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Health