Lifestyle

Pilih Padel atau Jalan Kaki untuk Olahraga

0
tren mall walking olahraga jalan kaki
Para pejalan kaki di Shibuya, Tokyo, Jepang, pada 26 Maret 2020 mengenakan masker untuk mencegah penyebaran virus corona jens Covid-19./Bloomberg - Kiyoshi Ota
STARJOGJA.COM, Info – Masyarakat kini tengah meminati olahraga padel. Sementara banyak juga yang masih memilih jalan kaki sebagai olahraga pilihannya. Lalu, padel dan jalan kaki starlovers memilih mana nih untuk olahraganya?
Namun ternyata, beda olahraga yang dipilih dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Misalnya, berjalan kaki ternyata membuat hidup lebih lama daripada bermain padel.
Perbandingan Padel vs Jalan Kaki Berdasarkan jurnal terbuka yang dirilis oleh BMJ Medicine, ditemukan bahwa seseorang yang melakukan berbagai jenis olahraga memiliki risiko kematian dini 19% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang melakukan jenis olahraga paling sedikit.
Hubungan antara banyaknya jenis olahraga dan penurunan risiko kematian dini ini berlaku di setiap tingkat aktivitas fisik. Dengan kata lain, variasi olahraga berkontribusi pada umur panjang terlepas dari berapa banyak total waktu yang dihabiskan peserta untuk berolahraga. Berjalan kaki mengurangi risiko kematian sebesar 17%.
Kemudian olahraga sejenis tenis, squash, atau racquetball memiliki risiko 15% lebih rendah. Latihan beban atau latihan resistensi memiliki risiko 13% lebih rendah.
Sedangkan berlari berisiko 13% lebih rendah untuk mengurangi kematian. Adapun bersepeda berada di paling bawah dengan angka 4% lebih rendah untuk mengurangi risiko kematian.
Studi juga menjelaskan bahwa untuk berkurangnya risiko kematian terkait dengan penyakit kardiovaskular dan penyakit pernapasan paling bagus dilakukan dengan melakukan olahraga seperti berlari, tenis, squash, atau racquetball.
Kemudian berenang memiliki hubungan nonlinier yang signifikan dengan mortalitas penyakit pernapasan. Bahkan sebagian besar aktivitas fisik, kecuali berenang, menunjukkan hubungan nonlinier yang signifikan dengan mortalitas kanker.
Dalam kesimpulannya, studi ini menunjukkan bahwa gaya hidup aktif dan keterlibatan dalam berbagai aktivitas fisik dapat memfasilitasi kelangsungan hidup jangka panjang. Seseorang dengan tingkat aktivitas fisik total yang lebih tinggi cenderung memiliki faktor risiko kesehatan yang lebih rendah. Termasuk merokok, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.
Sumber : Bisnis
Bayu

UFC 324 Justin Gaethje Gemilang dan Keinginan Umar Nurmagomedov 

Previous article

Film Suzzanna 3 Tayang di Bioskop saat Lebaran 2026

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle