STARJOGJA.COM,INFO – Bagi keluarga muda milenial yang terbiasa menyimpan makanan sisa untuk dihangatkan kembali, penting untuk lebih selektif. Pasalnya, tidak semua makanan aman dipanaskan berulang kali.
Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengingatkan bahwa kebiasaan memanaskan makanan tertentu justru bisa merusak zat gizi dan membahayakan kesehatan. Menurut Rita, makanan yang sebelumnya sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sebaiknya tidak dipanaskan ulang.
“Pemanasan ulang bisa menyebabkan penurunan zat gizi, kerusakan nutrisi, bahkan pembentukan zat baru yang bersifat karsinogenik atau meningkatkan lemak jenuh,” ujarnya kepada ANTARA, Kamis (22/1/2026).
Ia menegaskan, menghangatkan makanan sebenarnya aman selama tidak dilakukan hingga mendidih dalam waktu lama. Namun, proses seperti menggoreng ulang sangat berisiko karena dapat memicu penurunan kualitas gizi sekaligus pembentukan senyawa berbahaya, apalagi jika minyak digunakan berulang kali.
Makanan yang perlu diwaspadai antara lain gorengan, terutama yang dimasak dengan metode deep frying. Selain itu, makanan yang dibakar dan pangan olahan seperti sosis, kornet, serta daging olahan juga tidak disarankan untuk dipanaskan kembali karena sudah melewati proses pemanasan panjang sejak awal.
Tak kalah penting, Rita mengingatkan soal sayuran hijau yang mengandung nitrat tinggi, seperti bayam, kale, dan kentang.
“Nitrat yang dipanaskan bisa berubah menjadi nitrit yang berbahaya bagi pembuluh darah dan bersifat karsinogenik,” jelasnya. Karena itu, sayuran jenis ini sebaiknya langsung dikonsumsi setelah dimasak.
Sementara itu, makanan berprotein tinggi masih relatif aman dipanaskan ulang jika sebelumnya diolah dengan suhu rendah, seperti direbus atau ditumis.
Contohnya telur rebus atau telur orak-arik dengan api kecil yang dipanaskan sebentar. Namun, telur goreng atau telur ceplok sebaiknya tidak dipanaskan ulang karena berisiko merusak kandungan gizinya.
Dengan memahami cara pengolahan dan pemanasan makanan yang tepat, keluarga muda milenial bisa tetap praktis tanpa mengorbankan kesehatan seluruh anggota keluarga.







Comments