STARJOGJA.COM,HEALTH – Jutaan pekerja kreatif yang setiap hari harus bergelut dengan layar gadget. Aktivitas yang mereka lakoni saban hari itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan mata, seperti mata kering.
Menurut sumber resmi, penggunaan smartphone secara intensif bisa memicu mata kering dengan gejala sepet, perih, dan lelah (SePeLe).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) RI mencatat jumlah pekerja kreatif pada 2025 mencapai 27,40 juta jiwa atau sekitar 18,70 persen dari total tenaga kerja nasional. Angka ini naik dari tahun lalu, yakni jumlah pekerja kreatif mencapai 26,48 juta jiwa.
Pemahaman terhadap kesehatan mata tentu menjadi penting mengingat para pekerja kreatif setiap hari harus bersinggungan dengan gadget. Meski demikian, tidak semua orang menyadari bahwa mereka mengalami gejala mata kering.
Menurut survei yang dilakukan Insto terhadap 710 responden dengan usia 15 tahun ke atas di wilayah Jabodetabek dan Bandung menunjukkan sebanyak 41 persen mengalami mata kering. Data ini bisa diartikan bahwa 4 dari 10 orang mengalami mata kering.
Lebih detailnya, survei itu memperlihatkan bahwa sekitar 153 responden atau 21 persen sadar mengalami mata kering. Sedangkan sebanyak 141 responden atau 20 persen lainnya tidak menyadari kalau mengalami mata kering.
Kondisi ini tentu sangat penting untuk dicermati, karena kelompok 20 persen tersebut tidak menyadari jika matanya mengalami masalah. Kalau hal ini dibiarkan terus menerus berpotensi memperburuk kondisi mata keringnya.
Sementara itu, data survei tersebut memperlihatkan dari 21% yang menyadari mengalami mata kering, hanya sekitar 8% saja yang menggunakan tetes mata untuk mata kering. Sedangkan sebanyak 6% menggunakan tetes mata regular dan 7% lainnya tidak menggunakan tetes mata.
Melihat data itu menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kondisi mata kering masih rendah. Padahal mata kering yang tidak tertangani secara tepat akan berpotensi menjadi lebih berat tingkatannya. Hal ini semakin mengkhawatirkan karena masyarakat kerap abai ketika gejala mata kering seperti mata sepet, perih, dan lelah (SePeLe) muncul.
Terkait kondisi itu, Dokter Spesialis dari JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM, mengatakan bahwa pasien yang datang karena mata kering jumlahnya sangat banyak.
Sebagian besar pasien mata kering datang ketika kondisinya sudah cukup parah dan mereka tidak sadar bahwa mereka terkena mata kering. Padahal, gejala awal seperti mata terasa sepet, perih, dan lelah sudah muncul sejak lama.
“Jika mereka sadar gejalanya dan ditangani sejak awal, kondisi ini bisa dicegah agar tidak berkembang menjadi lebih berat,” ujar dia yang dikutip dari keterangan resmi.
Menurut Eka, seseorang yang mengalami gejala mata kering bisa datang berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Hal ini bertujuan supaya bisa dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap derajat, penyebab, dan tatalaksana mata kering apa yang sesuai dengan kondisinya.
“Mata kering itu jenis dan derajatnya berbeda-beda, oleh karena itu tatalaksananya juga taylormade, bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Untuk tatalaksana mata kering sendiri beragam, bisa dari kompres hangat, lid hygiebe, latihan berkedip, dan juga pemberian artificial tears sebagai pengganti air mata serta vitamin penunjang seperti omega-3. Pada gejala yang sangat berat, bahkan bisa sampai dilakukan operasi,” terang dia.
Baca juga : Awas ! Terlalu Lama Terpapar Gadget Bikin Mata Kering







Comments