STARJOGJA.COM,JOGJA – Tak usah Panik, Terapkan PHBS untuk Cegah Superflu. Dinas Kesehatan kabupaten Sleman menyebutkan Kasus influenza A subclade K atau yang dikenal sebagai superflu hingga awal Januari 2026 belum ditemukan di wilayahnya.
Meski demikian, Dinas Kesehatan Sleman mengimbau seluruh keluarga untuk tetap waspada dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam aktivitas sehari-hari, terutama di lingkungan rumah dan sekolah.
Penularan superflu diketahui serupa dengan influenza musiman, yakni melalui percikan droplet saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara, serta melalui sentuhan pada permukaan yang terkontaminasi virus.
Secara gejala, superflu juga sulit dibedakan dari flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, hingga badan terasa lemas. Kondisi ini membuat pencegahan sejak dini menjadi langkah penting bagi keluarga.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati, mengatakan bahwa meskipun beberapa bulan lalu kasus superflu sempat ditemukan di Kota Yogyakarta, virus tersebut tidak menyebar ke wilayah Sleman.
Namun, masyarakat tetap diminta mengambil pelajaran dari pandemi Covid-19 dengan disiplin menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
“Kami meminta masyarakat, termasuk anak-anak dan orang tua, membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Mulai dari mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit, hingga menerapkan etika batuk dan bersin,” ujar Yuliati
Selain menjaga kebersihan, Dinkes Sleman juga mengajak keluarga meningkatkan daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta rutin berolahraga.
Ia juga menyampaikan penyakit super flu tergolong self-limiting disease atau penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, tergantung pada kondisi daya tahan tubuh masing-masing individu. Namun, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika gejala tidak membaik dalam dua hingga tiga hari.
“Kalau 2–3 hari masih ada gejala, sebaiknya ke faskes untuk mendapatkan obat sesuai gejala, seperti obat flu, batuk, penurun panas, atau pereda nyeri,” ucapnya.
Aktivitas fisik dianjurkan dilakukan lima hari dalam seminggu dengan durasi total 30 menit per hari, yang bisa dibagi menjadi dua sesi agar lebih ringan dan mudah diterapkan bersama anggota keluarga.
“Dengan kebiasaan sederhana namun konsisten, kami harap keluarga di Sleman tetap sehat, terlindungi dari berbagai penyakit menular, dan siap menghadapi potensi risiko kesehatan di masa mendatang,” tutupnya.







Comments