Flash InfoHealthNews

Hoarding Disorder, Gangguan Mental Kategori Ringan

0
hoarding disorder tekanan emosional
mengalami gangguan kejiwaan (ist)

STARJOGJA.COM, HEALTH  – Beberapa waktu lalu sempat viral unggahan di media sosial Twitter/X yang memperlihatkan isi sebuah kamar indekos yang dipenuhi dengan berbagai barang bekas. Unggahan tersebut pun ramai menjadi perbincangan netizen dan ada yang menyebutnya sebagai hoarding disorder. Di mana pemilik kamar indekos itu mengidap penyakit gangguan mental hoarding disorder.

Mengutip laman Alodokter.com, hoarding disorder merupakan gangguan mental yang menimbulkan perilaku gemar menimbun barang karena menganggap barang itu akan berguna di kemudian hari, mengingatkan pada suatu peristiwa, atau merasa aman ketika dikelilingi benda-benda tersebut.

Penderita gangguan mental ini biasanya menyimpan banyak barang bekas di kamar atau rumahnya, termasuk koran atau majalah, barang rumah tangga, hingga pakaian yang telah rusak. Sehingga hal tersebut membuat tempat tinggalnya terlihat kumuh dan kotor.

Gangguan tersebut bisa tergolong ringan hingga berat. Dalam beberapa kasus, penimbunan mungkin tidak berdampak banyak pada kehidupan penderitanya, sementara dalam kasus lain hal itu sangat memengaruhi aktivitas sehari-hari mereka. Orang dengan gangguan penimbunan mungkin tidak menganggap penyakitnya sebagai suatu masalah, sehingga untuk mengajak mereka melakukan pengobatan bisa menjadi suatu tantangan.

Ada beberapa gejala yang dirasakan oleh penderita hoarding disorder, di antaranya sulit membuang barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, sulit mengambil keputusan, hingga menjauhkan diri dari keluarga dan teman.

Selain itu, hoarding disorder juga bisa menimbulkan gejala kecemasan ketika hendak membuang barang yang tidak dibutuhkan, mencari benda lain dari luar rumah agar bisa ditimbun, merasa tertekan jika barang miliknya disentuh orang lain, hingga melarang orang lain membersihkan rumahnya.

Jika dibiarkan, hoarding disorder ini bisa mempengaruhi kepribadiannya. Apabila semakin parah, para penderintanya akan mulai menghindari keluarga, teman, atau bahkan petugas perbaikan di rumah karena mereka takut ketahuan oleh orang lain.

Penulis : Kristina Harefa 

Sumber :Bisnis.com

Hai Anda Golongan Darah A, Anda Berisiko Terkena Stroke, Kenapa?

Previous article

Benarkah Minum Es Sebabkan Batuk?

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info