STARJOGJA.COM, Info – Di tengah dominasi jalan tol, jalur selatan Jawa masih menawarkan pengalaman mudik yang berbeda dengan suasana lebih tenang dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Lanskap pesisir hingga interaksi sederhana di perjalanan menjadi warna tersendiri yang sulit ditemukan di jalur utama.
“Peningkatan sudah mendekati 40 persen dibanding hari biasa, tapi arus lalu lintas masih lancar dan terkendali,” kata Kepala Pos Pengamanan Tugu Yogyakarta, Iptu Noer Alim, Selasa (25/3/2026).
Perjalanan dari Cilacap menuju Yogyakarta dimulai pada sore hari, menyusuri jalur selatan yang dahulu menjadi andalan sebelum hadirnya jalan tol. Sepanjang rute, perjalanan tidak hanya soal mencapai tujuan, tetapi juga menikmati setiap persinggahan yang memberi cerita.
Salah satu titik yang disinggahi adalah Pantai Menganti di Kabupaten Kebumen, dengan perpaduan perbukitan hijau dan hamparan Samudra Hindia. Kawasan ini juga masuk dalam Geopark Kebumen yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark periode 2024–2025.
Di tengah perjalanan, suasana Ramadhan terasa melalui aksi warga yang membagikan takjil di pinggir jalan. Momen ini memperlihatkan kehangatan interaksi sosial yang masih kuat di jalur selatan.
Jembatan Ayah yang menghubungkan Kebumen dan Cilacap juga menjadi penanda penting perjalanan. Dari titik ini, pemandangan sungai yang mengalir ke laut menghadirkan kontras lanskap yang khas.
Kondisi lalu lintas menuju kawasan wisata terpantau lancar dan relatif sepi, tanpa lonjakan kendaraan seperti di jalur utama lainnya. Hal ini membuat perjalanan terasa lebih santai dan tidak terburu-buru.
Perjalanan berlanjut melalui Jalan Daendels menuju Yogyakarta, yang masih dipenuhi aktivitas ekonomi warga seperti pedagang jambu kristal di pinggir jalan. Interaksi jual beli sederhana ini menjadi gambaran kehidupan lokal yang tetap hidup di tengah perubahan pola perjalanan.
Memasuki Yogyakarta, perjalanan dilanjutkan ke sejumlah titik seperti Jembatan Pandansimo di Bantul yang menjadi bagian Jalur Jalan Lintas Selatan. Infrastruktur ini menunjukkan bahwa jalur selatan terus berkembang dan mulai diperkuat sebagai jalur konektivitas utama.
Suasana Ramadhan semakin terasa saat mengunjungi kawasan Masjid Jogokariyan dan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan. Aktivitas berbagi makanan hingga ratusan lapak takjil menjadi bukti hidupnya ruang sosial di kawasan tersebut.
Perjalanan kemudian ditutup dengan melanjutkan rute ke Semarang melalui jalur arteri setelah rekayasa lalu lintas membuat akses tol tidak dapat dilalui. Sepanjang perjalanan, jalur selatan tetap menghadirkan pengalaman mudik yang lebih tenang, penuh cerita, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Sumber : Antara
Baca juga : Jambu Kristal Jadi Buruan Pemudik di Jalur Pansela Menuju Yogyakarta







Comments