STARJOGJA.COM, Info – Libur Lebaran kerap membuat masyarakat abai terhadap kesiapan menghadapi kondisi darurat kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan jantung. Padahal, menurut World Health Organization, penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia dengan sekitar 17,9 juta kasus setiap tahun.
“Keadaan darurat jantung termasuk salah satu situasi medis yang paling kritis karena kondisinya bisa berubah sangat cepat,” demikian informasi yang dihimpun, Jumat (20/3/2026).
Jantung memiliki peran vital dalam memompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh, sehingga gangguan pada organ ini dapat berdampak fatal dalam waktu singkat. Ketika aliran darah ke organ penting seperti otak terganggu, kerusakan sel bisa terjadi hanya dalam hitungan menit.
“Gejala serangan jantung tidak selalu berupa nyeri hebat di dada, tetapi bisa berupa tekanan ringan, sesak napas, mual, hingga nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, atau punggung.”
Sejumlah kondisi darurat yang berkaitan dengan jantung seperti henti jantung mendadak, sindrom koroner akut, hingga krisis hipertensi memerlukan penanganan segera. Tanpa respons cepat, kondisi tersebut berisiko menyebabkan kematian.
“Semakin cepat kondisi dikenali dan ditangani, peluang pasien untuk bertahan hidup akan meningkat secara signifikan.”
Selain itu, kondisi lain seperti infark miokard, aritmia berbahaya, gagal jantung akut, emboli paru, hingga diseksi aorta juga termasuk dalam kategori darurat kardiovaskular. Penanganan medis yang cepat dan tepat menjadi kunci utama dalam menyelamatkan pasien.
“Dalam kasus tertentu, tindakan seperti EKG, trombolisis, angioplasti, hingga CPR dan defibrilasi harus segera dilakukan oleh tenaga medis.”
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri dada mendadak, sesak napas, keringat berlebih, pusing, hingga detak jantung tidak teratur. Jika mengalami tanda-tanda tersebut, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis.
“Penanganan cepat sangat menentukan untuk mencegah kerusakan permanen pada jantung maupun otak.”
Faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, hingga gaya hidup tidak aktif juga perlu dikendalikan. Pencegahan dapat dilakukan melalui pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, serta pengelolaan stres yang baik.
“Edukasi masyarakat menjadi penting agar gejala darurat jantung dapat dikenali lebih dini dan ditangani dengan tepat.”
Sumber : Bisnis
Baca juga : Pemicu Gangguan Irama Jantung pada Usia Muda







Comments