Flash InfoLifestyleNews

Ini Tips Mengelola Keuangan agar Tidak Boros Saat Lebaran

0
mengelola keuangan lebaran
uang receh

STARJOGJA.COM,INFO – Mengelola Keuangan  menjadi bagian penting agar Tidak Boros Saat Lebaran. Gak mau kan kalau boncos pasca lebaran?

Saat Hari Raya Idulfitri, pola konsumsi masyarakat Indonesia hampir selalu mengalami peningkatan. Mulai dari belanja pakaian baru, kue kering, hingga kebutuhan mudik, semuanya menjadi bagian dari persiapan menyambut momen kebersamaan bersama keluarga.

Fenomena ini dinilai sebagai hal yang wajar. Namun, tanpa perencanaan yang matang, lonjakan pengeluaran juga berpotensi menimbulkan masalah finansial setelah Lebaran.

Pakar Ekonomi dari , , menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi menjelang hari besar keagamaan memang tidak terhindarkan karena adanya aktivitas tambahan yang tidak terjadi pada hari biasa.

Tradisi Lebaran Dorong Pengeluaran Lebih Tinggi
Menurutnya, tradisi seperti mudik, halal bihalal, hingga reuni keluarga menjadi faktor utama meningkatnya pengeluaran masyarakat.

“Kebutuhan saat Lebaran memang bertambah, mulai dari transportasi, konsumsi makanan, hingga kebutuhan menjamu tamu. Ini yang membuat pengeluaran jadi lebih besar dibanding hari biasa,” jelasnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa tidak semua konsumsi bisa dikategorikan sebagai perilaku konsumtif. Dalam perspektif ekonomi, konsumtif terjadi ketika seseorang membeli sesuatu bukan karena kebutuhan, melainkan keinginan.

“Biasanya ini dipengaruhi tren, dorongan sosial, atau keinginan meningkatkan gengsi,” tambahnya.

Sering Abaikan Skala Prioritas
Salah satu kesalahan yang kerap terjadi, lanjutnya, adalah tidak memprioritaskan kebutuhan utama. Banyak masyarakat langsung membelanjakan uang tanpa memilah mana yang benar-benar penting.

Dalam ekonomi Islam, kebutuhan dibagi menjadi tiga tingkatan: dharuriyah (pokok), hajiyah (penunjang), dan tahsiniyah (pelengkap). Ketika masyarakat lebih fokus pada kebutuhan pelengkap, pengeluaran menjadi tidak seimbang dengan manfaat yang diperoleh.

Untuk menghindari pemborosan, perencanaan keuangan menjadi langkah penting. Ia menyarankan masyarakat untuk mulai menyusun daftar kebutuhan

Baca juga : Mengatur Hidup dengan Mengelola Keuangan

Benteng Pendem Cilacap, Jejak Pertahanan Belanda yang Ramai Dikunjungi Saat Lebaran

Previous article

Refleksi 47 Tahun BBPPMT Yogyakarta: Bukan Lagi Mimpi, Membangun Transmigrasi Masa Kini

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info