STARJOGJA.COM, Info – Kecanduan judi online dapat dikenali dari perubahan perilaku yang semakin sulit dikendalikan. Salah satu tanda utamanya adalah seseorang mulai menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berjudi.
Dokter spesialis psikiatri subspesialis psikiatri adiksi Kristiana Siste mengatakan salah satu gejala kecanduan judi adalah hilangnya kontrol terhadap perilaku berjudi.
“Artinya tidak mengenal pagi, siang, sore dia sudah bermain judi. Tidak mengenal uangnya sudah habis, dia akan mati-matian untuk mencari uang buat bermain judi. Bahkan sampai ada tindakan kriminal, misalnya mencuri atau mengambil uang, barang orang lain,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan individu yang sudah kecanduan biasanya menjadikan judi sebagai prioritas utama dalam kehidupannya. Akibatnya, berbagai aktivitas lain sering kali ditinggalkan demi bermain judi.
“Ada yang sambil naik motor, terus dia minggir dulu untuk melihat website-nya, untuk bermain dulu sebentar terus melanjutkan perjalanan lagi,”
katanya.
Menurutnya, orang yang kecanduan judi juga cenderung menarik diri dari aktivitas sosial. Mereka lebih sering bermain sendirian dan semakin jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
“Sudah jarang keluar rumah karena mereka yang kecanduan biasanya bermain judi itu dia sendiri, tidak lagi main bareng,”
ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa perilaku berjudi biasanya terus meningkat meskipun pelaku sudah mengalami kerugian. Waktu bermain yang awalnya hanya beberapa jam dapat berkembang menjadi hampir sepanjang hari.
“Yang tadinya cuma tiga jam bermain judi, jadi sepanjang waktu, 18 jam bermain judi. Ada jam-jam gacor kan yang mereka tahu, itu jadi semakin meningkat perilakunya.”
Kristiana juga menjelaskan bahwa sensasi kemenangan menjadi faktor kuat yang membuat seseorang terus bermain judi. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya hormon dopamin di dalam otak.
“Slot itu kan ada warna-warni yang cerah, pecahan, suara gemericik koin, ada scatter-nya perkalian 2.000, 50.000. Jadi itu meningkatkan zat kimia di dalam otak kita namanya dopamin.”
Menurutnya, lonjakan dopamin tersebut memunculkan rasa senang yang kuat dan membentuk memori bahwa berjudi memberikan kebahagiaan. Kondisi ini membuat seseorang semakin terdorong untuk terus bermain.
“Menangnya enggak seberapa, tapi dia merasa ‘aku tidak dalam keadaan jago, tidak punya skill aja bisa menang’,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan tidak semua orang yang bermain judi online akan berakhir dengan kecanduan. Namun, risiko kecanduan tetap tinggi jika seseorang mulai kehilangan kontrol, menjadikan judi sebagai prioritas, dan tetap bermain meski sudah mengalami kerugian.
Sumber : Antara







Comments