STARJOGJA.COM,SLEMAN – Stok Bahan Pokok Sleman Aman Jelang Lebaran 2026. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga pangan di wilayah Sleman dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pemantauan intensif terhadap stok dan harga komoditas dilakukan secara rutin di pasar rakyat dan jaringan distributor guna memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Lebaran.
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sleman, Dwi Wulandari, mengatakan berdasarkan data stok bulan Februari 2026, ketersediaan bahan pokok di Sleman masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga setelah Lebaran.
“Dari hasil pemantauan kami, stok bahan pokok di Sleman dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode peningkatan konsumsi menjelang Lebaran,” kata Dwi Wulandari.
Ia mengatakan Pemantauan Harga Dilakukan di Delapan Pasar Rakyat yakni:
Pasar Sleman
, Pasar Prambanan
, Pasar Godean
, Pasar Tempel
, Pasar Pakem
, Pasar Kalasan
, Pasar Depok
dan Pasar Cebongan
.
“Harga beberapa komoditas utama seperti beras, gula pasir kemasan, minyak goreng premium, dan daging sapi relatif stabil. Namun terdapat kenaikan tipis pada beberapa komoditas tertentu yang masih dalam batas wajar,” ujarnya.
Untuk menjaga keterjangkauan harga, Disperindag Sleman bersama pemerintah daerah melakukan sejumlah langkah stabilisasi.
“Kami menyiapkan beberapa langkah seperti pendampingan penyaluran Minyakita oleh distributor, operasi pasar gula pasir, serta pelaksanaan pasar murah di sejumlah wilayah Sleman,” jelas Dwi.
Operasi pasar dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah DIY dengan menyalurkan 9 ton gula pasir, sementara program pasar murah digelar di 16 titik lokasi di Kabupaten Sleman sepanjang Maret 2026.
Selain menjaga stabilitas harga, Disperindag juga meningkatkan pengawasan terhadap barang yang beredar di pasar.
Pengawasan difokuskan pada produk rusak atau kedaluwarsa, kesesuaian label dan kemasan,
serta bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan kuning metanil.
“Kami ingin memastikan produk yang beredar di pasar aman dikonsumsi masyarakat, terutama menjelang Lebaran ketika aktivitas perdagangan meningkat,” kata Dwi.
Disperindag Sleman juga mengimbau pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga. Sementara itu, masyarakat diminta berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan agar distribusi bahan pokok tetap merata.
“Kami berharap masyarakat dapat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan, sehingga pasokan bahan pokok tetap tersedia bagi semua,” tutur Dwi.







Comments