Lifestyle

Cerita Sutradara Soal Pemilihan Pemain Film Para Perasuk

0
Film Para Perasuk
sutradara Film Para Perasuk (antara)

STARJOGJA.COM, Info – Sutradara Wregas Bhanuteja membagikan cerita di balik proses memilih sekaligus mengarahkan para pemain dalam film drama supernatural terbarunya berjudul Film Para Perasuk.

 

 

 

Film tersebut dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, hingga penyanyi internasional Anggun C. Sasmi.

 

 

 

“Metodenya di sini tantangan directing-nya tentu saja beda-beda untuk setiap pemain,” kata Wregas dalam press junket di Jakarta, Senin (9/3/2026).

 

 

 

Wregas mengungkapkan, Angga Yunanda menghadapi tantangan saat proses syuting karena harus berakting sambil memainkan alat musik tiup tradisional bernama selompret. Angga bahkan harus mempelajarinya dari awal.

 

 

 

“Meskipun dia enggak tahu nada, tapi kalau memori touch-nya bagus dan dialognya lancar, pasti akan tercapai. Kemampuan Angga itu sudah biasa tumbuh di layar kaca dulu yang mana hafalan menjadi sangat mutlak,” tutur Wregas.

 

 

 

Sementara itu, Wregas mengaku tidak mengalami banyak kesulitan saat mengarahkan Anggun yang untuk pertama kalinya tampil dalam film layar lebar. Menurutnya, karisma Anggun sudah terbentuk berkat pengalaman panjang tampil di berbagai konser besar.

 

 

 

“Malah PR-nya enggak terlalu banyak bersama Anggun ini karena dia semi menjadi dirinya pada saat perform. Tinggal yang aku kulik momen, misalnya mengingat hal yang bikin dia sedih yang lebih personal,” imbuhnya.

 

 

 

Kerja sama dengan Maudy Ayunda juga menjadi pengalaman pertama bagi Wregas. Ia mengaku tertarik dengan sisi kreatif Maudy sebagai penulis lagu yang dinilai memiliki imajinasi kuat.

 

 

 

“Aku yakin orang-orang seperti Maudy ini pasti fantasinya luar biasa. Itu cuma perlu dipantik saja,” ujarnya.

 

 

 

Di sisi lain, Wregas menerapkan metode latihan khusus kepada Bryan Domani untuk mendalami karakter ambisius yang jauh dari citra dirinya. Bryan bahkan diminta berlatih menggunakan metronom selama sekitar sebulan sebelum memulai reading naskah.

 

 

 

“Sebelum mulai reading, aku membiarkan dia belajar tempo. Jadi enggak menyentuh skrip sama sekali, dia sebulan belajar tempo saja pakai metronom supaya bisa masuk ke karakter,” jelasnya.

 

 

 

Wregas juga kembali bekerja sama dengan Chicco Kurniawan dalam proyek ini. Menurutnya, Chicco sering memberi ide kreatif di luar naskah, salah satunya terkait properti gitar yang digunakan karakter tersebut.

 

 

 

“Misalnya Chicco menyarankan strap gitar dari tali rafia. Jadi dia juga ikut berkreasi,” kata Wregas.

 

 

 

Film Para Perasuk sendiri mengangkat kisah pencarian obsesif sekelompok anak muda yang ingin menjadi perantara roh, di tengah ancaman kekuatan dari luar yang mengintai desa mereka.

 

Melalui film ini, Wregas juga mencoba mengeksplorasi fenomena kerasukan sebagai pengalaman komunal dalam masyarakat, bukan sekadar sesuatu yang dianggap eksotis.

 

 

 

Sumber : Antara

 

Baca juga : Film Para Perasuk Dapat Standing Ovation di Sundance

Bayu

Stok Bahan Pokok Sleman Aman Jelang Lebaran 2026

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle