STARJOGJA.COM, Info – Kanker usus atau dikenal kanker kolorektal akan berkembang saat sel-sel di usus besar tumbuh tidak terkontrol. Kini banyak dari kasus kanker usus di usia >50 tahun (74,7%–80%) dan lebih tinggi pada laki-laki.
Prevalensi menunjukkan kecenderungan meningkat, dengan peningkatan kasus usia di bawah 40 tahun lebih tinggi dibanding negara maju. Jadi, jika Anda masih muda, haruskah Anda khawatir tentang kanker usus? Dan bagaimana Anda dapat mengurangi risiko terkena kanker usus? Mengutip Science Alert, berdasarkan studi terbaru, kasus kanker usus mayoritas berkaitan dengan faktor gaya hidup.
Ini termasuk konsumsi alkohol, merokok, kurangnya aktivitas fisik, diet tinggi daging merah dan olahan, dan asupan serat rendah. Kasus yang tersisa dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan. Ini termasuk genetika, penyakit radang usus, dan usia lanjut. Namun, peningkatan kasus pada usia muda juga disebabkan cenderung oleh diagnosis orang yang lebih muda lebih lambat.
Hal ini karena penderita tidak mengenali gejala kanker usus atau mengaitkannya dengan kondisi lain yang seringkali lebih jinak. Terlepas dari tren yang berlawanan ini, kanker usus masih lebih umum terjadi pada orang dewasa yang lebih tua di atas 50 tahun.
Cara Mengurangi Risiko Kanker Usus?
1. Lakukan tes feses Kanker usus adalah salah satu dari sedikit kanker yang dapat kita deteksi dengan sukses melalui skrining. Kita dapat menggunakan skrining untuk menemukan dan mengangkat polip sebelum berkembang menjadi kanker.
Kita juga dapat menggunakan skrining untuk mendiagnosis kanker pada tahap yang sangat dini, ketika pengobatan lebih sederhana dan tingkat kelangsungan hidup bisa mencapai 90%. Dalam skrining, pasien dapat melakukan tes feses (tinja) untuk mendeteksi sedikit jejak darah dalam feses yang mungkin menunjukkan adanya polip atau kanker.
2. Perhatikan gejalanya Kanker usus seringkali tidak memiliki gejala pada tahap awal, itulah sebabnya skrining sangat efektif. Namun dalam beberapa kasus, Anda mungkin akan melihat gejala-gejala berikut:
– Perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung lebih dari beberapa minggu
– Darah yang terlihat dalam tinja nyeri perut yang terus-menerus penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
– Anemia, suatu kondisi medis di mana Anda tidak memiliki cukup sel darah merah atau hemoglobin untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh Anda. Jika Anda mengalami salah satu gejala ini, bicarakan dengan dokter.
Penting juga untuk memberi tahu dokter umum Anda jika Anda memiliki riwayat keluarga kanker usus. Ini terutama berlaku untuk orang yang lebih muda. Memiliki satu kerabat dekat yang didiagnosis di bawah usia 60 tahun juga turut menjadi faktor risiko Anda.
3. Prioritaskan gaya hidup sehat Anda dapat mengurangi risiko terkena kanker usus hanya dengan mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat. Beberapa perubahan bermanfaat yang dapat Anda lakukan adalah:
– Mengikuti diet sehat yang berpusat pada biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan sayuran sambil membatasi konsumsi daging olahan
– Tetap aktif, bertujuan untuk melakukan setidaknya 30 menit aktivitas hampir setiap hari
– Membatasi konsumsi alkohol
– Berhenti merokok. Jadi, berapa pun usia Anda, tindakan kecil termasuk pemeriksaan rutin, memperhatikan gejala, dan menjalani hidup sehat, dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker usus.
Sumber : Bisnis
Baca juga : Menstruasi Dini Picu Risiko Kanker Payudara dan Jantung







Comments