News

Menlu Palestina Sebut Perdamaian dengan Israel Sulit Terwujud Jika

0
perdamaian palestina perang israel palestina
ilustrasi serangan bom (antara)

STARJOGJA.COM, Info — Serangan Israel ke Palestina menjadi alasan kenapa perdamaian antara Palestina dan Israel tidak pernah terwujud. Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian Shaheen mengatakan melihat pelanggaran terhadap hak-hak rakyat Palestina terus berlangsung.

Ketika berbicara kepada Anadolu di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, Shaheen menyatakan bahwa “perdamaian dengan Israel dalam kondisi pelanggaran terus-menerus terhadap hak-hak Palestina tidak mungkin tercapai.”

Ia menilai tindakan sepihak Israel di wilayah pendudukan, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur, seperti perluasan serta legalisasi permukiman ilegal, merusak prospek penyelesaian melalui perundingan.

“Segala sesuatu yang dilakukan Israel secara sepihak di wilayah pendudukan harus dianggap batal dan tidak sah,” ujarnya pada Minggu (15/2/2026).

Ia menegaskan bahwa aneksasi melanggar hukum internasional dan merupakan kejahatan yang harus dihentikan.Shaheen juga menyinggung proses gencatan senjata di Gaza. Ia mengatakan kemajuan ke tahap berikutnya bergantung pada pelaksanaan penuh komitmen awal.

“Kami ingin masuk ke fase kedua, tetapi kami perlu memastikan kewajiban pada fase pertama telah dilaksanakan,” katanya. Fase pertama berakhir setelah pertukaran sandera Israel dengan tahanan Palestina, sementara fase kedua mencakup rekonstruksi wilayah kantong Gaza yang hancur akibat dua tahun pemboman Israel.

Menurutnya, gencatan senjata yang ada saat ini belum sepenuhnya menyeluruh. Ia menyebut situasi masih berupa gencatan senjata parsial, bantuan kemanusiaan belum masuk sesuai kebutuhan, dan perlintasan Rafah baru dibuka sebagian.

Ia menambahkan langkah tambahan diperlukan agar transisi berjalan lancar.

Menyerukan tindakan internasional yang lebih kuat, Shaheen merujuk pada kerangka hukum dan diplomatik yang telah ada.

Ia menyatakan dunia perlu bersikap tegas dengan menegakkan hukum internasional, merujuk pada putusan internasional dan resolusi PBB yang menyatakan permukiman dan pendudukan sebagai tindakan ilegal.

Ia mengatakan serangan terbaru memperkuat pandangannya bahwa Israel tidak menunjukkan komitmen terhadap perdamaian.

Menurutnya, jika benar-benar menginginkan perdamaian, Israel akan menghentikan pelanggaran hukum internasional dan hak-hak Palestina.

Sebaliknya, ia menilai Israel terus melanjutkan langkah-langkah aneksasi dan kolonialisasi serta berupaya melegitimasi tindakan yang melanggar hukum.

Menanggapi pertanyaan mengenai seruannya kepada Jerman dan Finlandia untuk mengikuti negara-negara Eropa lain dalam mengakui Palestina, Shaheen mengatakan kedua negara tersebut akan mempertimbangkannya pada waktu yang tepat.

Ia menambahkan bahwa visi pengakuan sudah ada, namun prosesnya bergantung pada pertimbangan masing-masing negara.

“Bagi saya, persoalannya sangat jelas. Jika Anda mendukung solusi dua negara, jika Anda percaya pada hukum internasional dan ingin mematuhinya, maka Anda perlu mengakui, karena tidak ada alasan apa pun untuk tidak mengakuinya,” ujarnya.

Terkait diplomasi kawasan, Shaheen menyebut Turkiye sebagai aktor penting dalam upaya rekonsiliasi dan bantuan kemanusiaan.

“Turkiye adalah pemain penting. Bantuan kemanusiaan dan bantuan pembangunan Turkiye di Palestina sangat penting, dan kami berharap Turkiye sebagai aktor kunci di kawasan dapat terus menjalankan peran tersebut menuju perdamaian,” katanya.

 

Sumber: Anadolu / Antara

Baca juga : Warga Palestina Pulang ke Jalur Gaza dari Rafah

Bayu

Pemeran Film Our Universe Menceritakan saat Mengasuh Anak Kecil

Previous article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News