STARJOGJA.COM, Info – Media sosial tengah ramai dengan siomai yang menggunakan bahan dari ikan sapu-sapu. Sementara banyak masyarakat mengetahui jika ikan sapu-sapu hidup di perairan tercemar sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan jika mengonsuminya.
Menanggapi isu tersebut, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahwa ikan sapu-sapu pada dasarnya bukan ikan beracun. Dia menjelaskan bahwa potensi bahaya makanan berbasis ikan bukan terletak pada jenis ikannya.
Menurutnya, faktor utama yang perlu diperhatikan justru adalah lingkungan tempat ikan tersebut hidup. Sebab, kondisi perairan dan apa yang dimakan ikan tersebut sangat menentukan keamanan untuk dikonsumsi.
“Yang menyebabkan potensi bahaya itu bukan ikannya, tetapi lingkungan ikannya itu kan yang tercemar,” kata Nadia di Kementerian Kesehatan, Selasa, (27/1/2026).
Nadia mengatakan hingga kini belum terdapat data lebih jauh yang dapat menunjukkan adanya kontaminasi zat berbahaya pada ikan sapu-sapu, baik di Jakarta maupun di daerah lain.
Oleh karena itu, dirinya pun belum dapat memastikan apakah konsumsi makanan berbahan ikan sapu-sapu dapat menjadi penyebab munculnya penyakit tidak menular (PTM) secara jangka panjang atau tidak.
Namun, katanya, secara prinsip ikan merupakan salah satu sumber pangan yang sehat dan bernilai gizi tinggi.
Namun, ikan bukan jenis hewan yang memiliki kemampuan untuk membersihkan atau menyaring zat berbahaya dari lingkungannya. Dengan demikian, apabila ikan hidup di perairan tercemar atau mengonsumsi pakan yang mengandung logam berat maupun cemaran radioaktif, zat-zat tersebut berpotensi terakumulasi di dalam tubuh ikan dan berisiko berdampak pada kesehatan jika dikonsumsi manusia.
“Jadi, kalau ikan seperti itu dikonsumsi, tentu radioaktifnya akan ikut juga transmisi ke kita,” imbuhnya.
Sumber : Bisnis
Baca juga : Pengakuan Nicholas Saputra saat Syuting di Serial Secret Ingredient







Comments