Flash InfoLifestyleNews

Pilot Project Bioskop Rakyat Bakal Hadir, Tiket Dibanderol Rp10.000

0
Pilot Project Bioskop Rakyat
ILUSTRASI : Nonton film di bioskop

STARJOGJA.COM,INFO – Pilot Project Bioskop Rakyat Bakal Hadir, Tiket Dibanderol Rp10.000. Ini adalah upaya untuk memperluas akses tontonan film hingga tingkat kecamatan. Bioskop Rakyat (BIOSRA) diproyeksikan menjadi pemicu baru pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah, dimulai dari pilot project di Purwakarta.

Rencana tersebut dibahas dalam audiensi antara Persatuan Film Keliling Indonesia (PERFIKI) dan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan ini menandai langkah awal kolaborasi untuk menghadirkan bioskop permanen yang terjangkau bagi masyarakat.

Ketua Umum PERFIKI Y. Endiarto menjelaskan bahwa BIOSRA dirancang hadir di setiap kecamatan dengan harga tiket sekitar Rp10.000. Menurutnya, konsep ini bertujuan menghadirkan keadilan akses tontonan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal.

“Ini bukan layar tancap, melainkan bioskop permanen yang menayangkan film-film terbaru,” ujar Y. Endiarto.

Dia berharap BIOSRA dapat menjadi simpul aktivitas kreatif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Secara desain, BIOSRA akan berbentuk bangunan dua lantai berukuran 10×30 meter dengan fungsi ganda. Lantai atas digunakan sebagai ruang bioskop dan multifunction hall, sementara lantai bawah difungsikan sebagai area UMKM bagi pelaku usaha lokal non-franchise.

Skema ini digadang bakal membuat sirkulasi ekonomi kreatif di tingkat kecamatan. Pasalnya, kehadiran bioskop tidak hanya menarik penonton, tetapi juga menggerakkan sektor pendukung seperti kuliner, kriya, hingga jasa kreatif setempat.

Untuk tahap awal, pilot project BIOSRA direncanakan dibangun di Kecamatan Cempaka, Kabupaten Purwakarta, yang ditargetkan mulai berjalan setelah Lebaran tahun ini. Proyek percontohan ini diharapkan menjadi model pengembangan bioskop rakyat di wilayah lain. Selain fungsi pemutaran film, BIOSRA juga akan menjadi ruang pembinaan talenta perfilman daerah.

Program audisi film lokal dirancang untuk menjaring aktor, kru, hingga embrio rumah produksi yang tumbuh dari komunitas setempat.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut positif inisiatif tersebut dan menilai BIOSRA sebagai terobosan yang relevan dengan kebutuhan daerah.
“Semakin banyak layar, tentu semakin baik. Semakin banyak bioskop, tentu kita dukung,” paparnya.

Dia juga menyoroti masih banyak kabupaten dan kota di Indonesia yang belum memiliki bioskop. Karena itu, pengembangan layar hingga tingkat kecamatan dinilai strategis untuk memperluas ekosistem perfilman nasional sekaligus mendorong pemerataan akses budaya.

Fadli Zon juga menekankan pentingnya konsep distribusi film yang terintegrasi dari pusat hingga daerah. Menurutnya, film yang selesai tayang di kota besar dapat dilanjutkan penayangannya ke wilayah yang lebih kecil agar rantai ekonomi perfilman semakin panjang.

“Namun inisiatif ini juga perlu dikaji lebih lanjut bersama Direktorat Film, Musik, dan Seni agar konsepnya terbangun dengan baik,” jelasnya.

Ini Makanan untuk memenuhi protein dan kalsium anak selain susu sapi

Previous article

Film Bidadari Surga Hadirkan Cerita Perbedaan Prinsip dan Nilai Hidup

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info